JAKARTA – Sempat beredar unggahan video dari akun TikTok @wanita.pancasila yang berisi video seorang perempuan mengaku korban dugaan pelecehan oleh oknum tokoh Banten berinisial AS mengadu ke Komnas Perempuan.
Sebuah konten yang diunggah beberapa hari lalu berdurasi sekitar 2 menit 33 detik tersebut, nampak seorang perempuan menggunakan masker berwarna kuning menangis mencari keadilan, dan berjuang agar tidak ada pelecehan terhadap perempuan.
Dia mengaku sempat menempuh upaya mediasi namun tidak ada tindak lanjut, sehingga dia memutuskan untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan dari Komnas Perempuan.
“Saya datang untuk pengaduan atas nasib saya. Saya mencari perlindungan. Kejadian ini sudah lama, sudah enam tahun saya berjuang. Saya sudah beberapa kali melakukan mediasi, tapi tidak pernah digubris,” ucapnya sembari menampilkan kesedihan.
Ia juga mengaku telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak Komnas Perempuan
“Semua bukti sudah saya serahkan. Dari kronologis awal sampai akhir, semuanya sudah saya jelaskan. Saya siap memperjuangkan hak saya. Saya berjuang sebagai perempuan agar tidak ada lagi yang dilecehkan seperti saya,” katanya.
Dari video tersebut menjadi perbincangan dari mulut ke mulut. Namun, pada Kamis (9/7/2026), perempuan yang mengaku bernama Ida Farida mengunggah video klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya.
Dalam pernyataannya, Ida meminta maaf atas beredarnya isu yang mengaitkan dirinya dengan salah satu tokoh di Banten.
Dalam video tersebut, iya menegaskan informasi yang beredar merupakan hoaks dan menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang membuat maupun menyebarkan informasi tersebut.
“Saya Ida memohon maaf atas beredarnya isu dengan salah satu tokoh Banten di TikTok. Itu berita hoaks. Saya sendiri tidak mengetahui dan saya sendiri akan memproses secara hukum pembuat berita tersebut,” ujar Ida dikutip dari akun Tiktok @user1o972.
Ida juga menyatakan selama ini memiliki hubungan yang baik dengan oknum tokoh Banten berinisial AS yang dimaksud dan mengaku selalu diperlakukan dengan baik.
“Selama ini saya dengan salah satu tokoh Banten tersebut berhubungan baik dan beliau memperlakukan saya secara baik,” katanya.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa pelaporan yang sempat ia lakukan ke Komnas Perempuan dilatarbelakangi oleh emosinya saat itu karena tidak adanya komunikasi lanjutan.
“Pelaporan saya ke Komnas Perempuan karena emosi sesaat akibat tidak adanya komunikasi lebih lanjut,” tukasnya.
Pihak redaksi Nusakata telah berupaya menghubungi Ida Farida untuk meminta konfirmasi terkait pernyataan dalam video klarifikasi tersebut, melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon pada Kamis (9/7/2026). Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.***








