Oleh : Joni Satriawan, M.AP
Penulis adalah Pendiri Gerakan Pendukung Mohamad Ansori (GP ANSORI)
Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah (Bakacada) ke KPU akan dibuka pada 27 hingga 29 Agustus mendatang. Tentunya, para Bakacada harus mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi kontestasi Pilkada tersebut.
Untuk saat ini, bukan hanya tim dan strategi pemenangan saja yang harus disiapkan Bakacada. Melainkan kebutuhan pencolan adalah hal yang urgent.
Terutama soal tiket menjadi calon. Yakni rekomendasi dari pengurus pusat partai yang akan mengusung pasangan Bakacada.
Bicara soal rekomendasi, barang ini menjadi hak prerogatif masing-masing pengurus pusat partai. Pengurus di level lokal hanya bertugas untuk menjaring para Bakacada yang mendaftar. Menerima berkas pencalonan, kemudian menyampaikan kepada pengurus pusat. Selebihnya, pengurus pusat yang berkewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi.
Proses tersebut memamg memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Dari saat Bakacada mendaftar hingga rekomendasi diterbitkan.
Hal ini membuat publik menjadi penasaran. Kira-kira partai tempat Bakacada mendaftar akan mendukung siapa. Mengingat, dalam satu partai tidak hanya satu Bakacada yang mendaftar.
Terkait hal ini, diskusi bahkan perdebatan pun kerap terjadi. Terutama bagi para pendukung masing-masing Bakacada. Tak sedikit pembahasan di media sosial seperti Facebook dan Whatshapp Group yang membahas terkait arah dukungan partai.
Ada yang menganggap bahwa partai A akan mendukung si B. Partai B akan mendukung si C. Begitu seterusnya, dibolak balik.
Para pendukung menyampaikan pendapat sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Tanpa didasari argumentasi rasional. Pendapat yang mereka sampaikan lebih kepada tebakan.
Namun hal tersebut wajar-wajar saja. Anggap saja bumbu dari berdemokrasi. Ansalkan tetap dalam koridor yang baik. Jangan saling menghujat. Apalagi sampai menyebar hoax atau isu SARA. Ini tidak boleh, karena akan dikenakan saksi yang tegas. Bahkan bisa berujung pidana.
Pengurus pusat partai memang agak sulit untuk ditebak kemana arah rekomendasinya. Namun itu berlaku bagi partai yang tidak memiliki kader untuk diusung menjadi Bakacada.
Sebaliknya, partai yang memiliki kader tidak sulit untuk membaca arah rekomemdasinya. Sebab partai manapun pasti ingin mengusung kader terbaiknya untuk maju dalam kontestasi Pilkada.
Begitu juga yang terjadi pada partai Gerindra. Beberapa pekan terakhir, partai besutan Prabowo Subianto ini cukup santer menjadi perbincangan di Sumbawa.
Sepanjang pengamatan saya di media sosial, pembahasan terkait arah dukungan Gerindra banyak dibahas. Hal ini bisa jadi karena dilandaskan oleh dua hal.
Pertama, karena Gerindra adalah partai Presiden terpilih, yakni Prabowo Subianto itu sendiri. Ada yang khawatir terhadap coattail effect atau efek ekor jas Prabowo pada Pilkada Sumbawa mendatang.
Kedua, karena Mohamad Ansori yang notabene Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa adalah salah satu Bakacada yang diperhitungkan. Sebab, ia adalah figur yang selalu sukses dalam setiap kegiatan yang ia geluti. Ansori sukses menjadi enterpreneur, sukses pula menjadi politisi.
Karena alasan itu, sehingga ada yang dengan sengaja menghembuskan issu bahwa Gerindra tidak mendukung Ansori. Mereka takut jika Ansori masuk menjadi salah satu Bakacada. Sebab, Ansori memiliki pengalaman dan sumber daya yang tak mampu dihadang.
Namun issu yang dimainkan itu sama sekali tidak berpengaruh. Pendirian Prabowo Subianto tidak mungkin dapat digoyah oleh issu kacangan. Secara, Prabowo adalah tokoh yang memiliki prinsip dan pendirian yang kuat.
Kini telah dibuktikan, Presiden terpilih itu mempercayai Ansori sebagai perpanjang tangannya di Sumbawa. Dia telah menugaskan Ansori untuk maju dalam kontestasi Pilkada mewakili Partai Gerindra.
Hal itu tertuang dalam Surat Tugas DPP Gerindra Nomor: 07-0162/TGS-PILKADA/DPP-GERINDRA/2024.
Surat tugas tertanggal 12 Juli 2024 itu menugaskan Mohamad Ansori untuk menjadi Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati. Mendampingi H Syarafuddin Jarot sebagai Balon Bupati. Ditandatangi langsung oleh Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Ahmad Muzani sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra.
Jika kita ingin menyelami alasan kenapa Ansori mendapat tugas dari Prabowo untuk maju dalam Pilkada, sebenarnya tak sulit untuk mengetahuinya.
Sebab, Prabowo pasti menganggap bahwa Ansori lah yang dapat mengeksekusi ide dan gagasan Prabowo dalam konteks pembangunan lokal.
Kenapa? Karena Ansori telah mendapat didikan dari Prabowo melalui berbagai macam pelatihan kader yang digelar Prabowo melalui partainya.
Sama halnya dengan partai lain, Gerindra juga memiliki sistem pengkaderan melalui berbagai kegiatan internal partai. Kegiatan tersebut merupakan sarana untuk mentransformasikan nilai-nilai yang harus diperjuangkan partai.
Baik berupa tujuan, cita-cita maupun visi dan misi partai. Sehingga dapat dipastikan, pengurus partai di level pusat selaras dan senafas dengan pengurus di level daerah.
Berangkat dari hal tersebut, dapat dipastikan bahwa Ansori dan Prabowo memiliki pandangan yang sama dalam pola pembangunan. Sehingga ke depan dapat dipastikan bisa terjadi sinergitas yang baik, antara Prabowo sebagai Presiden dan Ansori sebagai Wakil Bupati bersama Bupatinya H Jarot. (Doni Sanjaya Saputra)








