Home Gadgets Mahasiswa Pamulang Berhasil Buat Aplikasi Sistem Informasi

Mahasiswa Pamulang Berhasil Buat Aplikasi Sistem Informasi

16
0

NUSAKATA.COM – Sebuah langkah nyata dalam mendorong percepatan transformasi digital di dunia pendidikan kembali lahir dari tangan generasi muda. Sekelompok mahasiswa dari Universitas Pamulang yang tengah menjalankan program di lingkungan sekolah berhasil mengembangkan sebuah aplikasi inovatif berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi” menggunakan integrasi billing system monitoring kehadiran, dan repositori ijazah digital Studi Kasus SMK Mathla’un Nawakartika.

Sistem ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan efisiensi dan efektivitas ekosistem pendidikan lokal.

​Aplikasi yang dikembangkan secara mandiri ini lahir dari ruang kelas, memotret langsung keresahan harian yang dihadapi oleh para pendidik dan siswa di lapangan. Bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, inovasi ini difokuskan pada penyelesaian masalah konkret—mulai dari manajemen pembelajaran yang lebih interaktif hingga transparansi administrasi sekolah yang selama ini kerap terhambat oleh proses manual.

​Perjalanan melahirkan aplikasi ini tidaklah instan. Di balik layar, tim mahasiswa pengembang harus menghadapi benturan realitas yang cukup menantang. Menjembatani teori ideal yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan dengan kondisi riil di lapangan menjadi seni tersendiri. Hambatan tersebut tidak hanya datang dari keterbatasan infrastruktur teknologi, melainkan juga dari tantangan kultural berupa adaptasi teknologi oleh para pengguna di sekolah, termasuk guru, staf kependidikan, hingga para siswa.

​Ridho Gustian, salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam pengembangan aplikasi ini, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar mereka justru ada pada proses penyelarasan sistem dengan kebiasaan di sekolah.

​”Kami menyadari bahwa aplikasi yang canggih tidak akan ada gunanya jika sulit digunakan oleh guru dan siswa di lapangan. Oleh karena itu, fokus kami bukan cuma menulis baris kode yang rumit, tapi bagaimana memotret keresahan nyata di sekolah ini dan menerjemahkannya ke dalam fitur yang sederhana namun solutif. Kami ingin inovasi ini membawa perubahan konkret, bukan sekadar pemenuhan tugas formalitas,” ujar Ridho

Gustian dalam sesi wawancara.
​Kehadiran aplikasi inovatif ini pun mendapat sambutan hangat serta apresiasi yang tinggi dari pihak manajemen sekolah. Implementasi teknologi ini dinilai berhasil memangkas birokrasi administrasi dan membantu para guru dalam mengelola pembelajaran secara lebih modern.

​Kepala Sekolah menyatakan rasa bangga dan terbakarnya semangat kolaborasi dengan kehadiran para mahasiswa ini.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Selama ini, digitalisasi sering kali terasa jauh dan sulit dijangkau karena keterbatasan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan spesifik kami. Mahasiswa tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga solusi praktis yang langsung menyentuh akar masalah operasional sekolah harian,” ungkap Kepala Sekolah.

Guna memastikan aplikasi ini tidak menjadi proyek musiman yang meredup setelah masa program mahasiswa selesai, aspek keberlanjutan (sustainability) menjadi prioritas utama. Tim mahasiswa telah menyusun cetak biru (blueprint) pengembangan dan melakukan transfer pengetahuan secara berkala kepada pihak sekolah.

Langkah ini diambil agar sistem yang telah dibangun dapat terus dirawat, diperbarui, dan dikembangkan secara mandiri oleh ekosistem sekolah di masa depan. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here