Nusakata.com – Pesta demokrasi yang melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari masyarakat biasa sampai para penjabat daerah dengan memilih secara bebas menurut hati nurani dengan hak memilihnya.
Namun, beda halnya dengan penjabat kepala desa sampang bitung kecamatan jiput, kabupaten pandeglang banten, yang mengatur serta diduga memaksa secara kepada warganya untuk condong kepada salah satu paslon di kutip dalam rekaman yang berdurasi panjang.
“Tanggal 27 mangga semuanya ini pesta politik, adapun pemimpin yang baik tapi banyaknya yang nyimpang dan menyesatkan doang, tapi kepala desa tidak sampai menjerumuskan,” Terangnya dalam sebuah rekaman yang di kutif nusakata.com (27/11/2024)
Lanjutnya bicara kepala desa, tiap hari ada yang datang ada yang apa-apa ke desa.
“Saya mengajak karna ini instruksi dari bapak presiden prabowo tidak mungkin desa hianat.” Ketusnya
saya tidak melihat pilkada pimpinannya tidak ada yang mau menjerumus, saya ngajak minimal aman.
“Kita mengikuti di atas berati kita bekingnya presiden kalau tidak mengikuti, berarti beking kita bupati.” Paparnya
karna ini ada tegasan dari negara presiden nomor itu makanya, kami menghimbau nomor itu, kita saja tidak ke bupati, tidak ke gubernurnya, kemarin mah demokrasi, sekarang nama kebijakan-kebijakan yang turun itu pimpinan seperti tentara.
“Jadi kita orang bodo, ayo tegak lurus sesama yang di atas, karna saya di himbau, itu berpengaruh terhadap kekompakan kita, di kampung jangan sampai kita kesana kemari, jangan sampai anak kita nanti yang jadi korban.” Lanjutnya
Saat dipintai keterangan, iman dari unsur bawaslu mengatakan, dirinya akan menelusuri hal tersebut.
“kami sedang menindnak lanjuti, sedang di telusuri bersama teman-teman lainnya.” Jawabnya iman
Saat jurnalis nusakata.com ingin mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Sampang Bitung melalaui whatsApp dan mendatangi kantor desa sampang bitung, pihaknya tidak ada dan tidak membalas apapun seolah membiarkan hal ini terjadi.
Camat jiput pun saat di pintai pendapat melalui whatsApp, dirinya tidak merespon apapun. (Irgi)








