Home Daerah Miris! Bangunan Hampir Ambruk, MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman di Kabupaten Serang Butuh...

Miris! Bangunan Hampir Ambruk, MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman di Kabupaten Serang Butuh Perhatian

8
0

NUSAKATA.COM – Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam membangun masa depan bangsa.

Namun, apa jadinya jika lembaga pendidikan justru berdiri di atas fondasi yang rapuh, tidak layak, dan bahkan mengancam keselamatan siswa? Inilah kenyataan pahit yang dialami oleh MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman.

Sebuah Madrasah yang terletak di Kampung Cilandak Pengkolan, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.

Madrasah ini, yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk belajar, kini menghadapi kondisi memprihatinkan.

Bangunannya hampir roboh dengan dinding retak, atap yang lapuk, serta ruangan yang kerap bocor dan banjir saat hujan.

Kondisi ini jelas tidak hanya menghambat proses belajar-mengajar, tetapi juga mengancam keselamatan siswa dan tenaga pengajar.

Kepala MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman, Abdul Rojak, S.Pd.I, mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kondisi madrasah yang ia pimpin.

“Kami menghadapi banyak sekali tantangan. Ketika hujan, ruang kelas bocor di berbagai titik dan sering kebanjiran hingga menggenangi lantai. Anak-anak terpaksa belajar sambil menghindari genangan air, bahkan beberapa kali proses belajar harus dihentikan karena kondisi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Kondisi bangunan yang nyaris roboh juga menimbulkan ketakutan bagi siswa dan guru. Banyak bagian bangunan yang sudah rapuh, sehingga sewaktu-waktu bisa saja runtuh.

“Kami khawatir dengan keselamatan semua orang di sini. Namun, kami tidak punya pilihan lain. Anak-anak tetap harus belajar, meskipun kondisi ini jauh dari layak,” tambah Abdul Rojak. Sabtu, (11/1/2025)

MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman melayani puluhan siswa dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut. Namun, minimnya perhatian dari pihak terkait membuat kondisi ini bertahan lama tanpa ada solusi yang nyata.

Salah seorang siswa mengungkapkan keresahannya.

“Kami tetap semangat belajar karena ingin mengejar cita-cita. Tapi kalau hujan, kelas sering banjir, dan kami takut kalau bangunannya ambruk. Kami berharap ada yang mau membantu memperbaiki sekolah ini,” kata siswa tersebut dengan nada penuh harap.

Kepala Madrasah mengaku telah mengajukan berbagai permohonan bantuan kepada pihak-pihak terkait, mulai dari pemerintah hingga masyarakat setempat. Sayangnya, hingga saat ini belum ada respons konkret untuk memperbaiki kondisi bangunan tersebut.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, atau bahkan para dermawan yang peduli terhadap pendidikan. Fasilitas ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi penerus bangsa,” tegas Abdul Rojak.

Kondisi memprihatinkan yang dialami MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman menjadi ironi di tengah semangat pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pendidikan yang layak adalah hak dasar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih ada lembaga pendidikan yang bertahan dalam kondisi tidak manusiawi, seperti madrasah ini.

Diharapkan, pemberitaan ini mampu menggugah hati para pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk segera bertindak.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan memberikan fasilitas yang aman dan layak, kita tidak hanya membantu para siswa untuk belajar dengan nyaman, tetapi juga menjamin keselamatan mereka selama proses tersebut.

MTs Nurul Ikhlas Baiturrahman membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Semoga langkah konkret segera diambil untuk menyelamatkan madrasah ini, sehingga para siswa-siswi dapat belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat demi masa depan yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here