Home News FMD Audiensi dengan Warek 3: Tuntut Transparansi dan Demokrasi Yang Jujur di...

FMD Audiensi dengan Warek 3: Tuntut Transparansi dan Demokrasi Yang Jujur di Kampus

5
0
FMD Audiensi dengan Warek 3: Tuntut Transparansi dan Demokrasi Yang Jujur di Kampus (ist)

NUSAKATA.COM – Forum Mahasiswa Demokrasi (FMD), yang didampingi oleh Kemahasiswaan, menggelar audiensi dengan Warek 3 Universitas Primagraha pada hari Sabtu, 17 Februari 2025.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menuntut transparansi dan penerapan demokrasi yang jujur dalam penyelenggaraan pemilihan umum mahasiswa di kampus.

Dalam pertemuan tersebut, Heri tuara sebagai kordinator Forum Mahasiswa Demokrasi (FMD) menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai berikut:

1. Pencopotan Panitia yang Tidak Bertanggung Jawab.

Menuntut pencopotan Ketua, Sekretaris, dan anggota panitia yang terbukti melakukan tindakan tidak bertanggung jawab, serta penerapan sanksi akademik berupa skorsing dan pencabutan hak mengikuti kegiatan akademik selama satu semester sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Evaluasi Menyeluruh Kinerja Kemahasiswaan.

Menghendaki evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kemahasiswaan yang dinilai belum mampu memberikan bimbingan optimal kepada panitia, guna meningkatkan profesionalisme dan netralitas dalam penyelenggaraan pemilu mahasiswa.

3. Pencabutan Hak Memilih dan Dipilih

Menuntut pencabutan hak memilih dan dipilih bagi Iim Mukhoiri Adhan dan Mulhamad Lutfi, berdasarkan Peraturan Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Bab 8 Pasal 12 Poin 1 dan 2, demi menjamin kredibilitas serta keberlangsungan pemilu yang adil dan bersih.

4. Penyelenggaraan Pemilu Sesuai Prosedur

Mendesak agar pemilu dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, tanpa adanya intervensi atau tindakan yang dapat mencederai prinsip demokrasi mahasiswa.

Transparansi pada Setiap Tahapan Pemilu :

5. Mengajak kepanitiaan pemilihan umum untuk menerapkan transparansi dalam setiap tahapan pemilu, dengan memastikan seluruh informasi terkait proses pemilihan dapat diakses secara jelas dan akurat oleh seluruh mahasiswa.

6. Sanksi bagi Penghambat Pemilu

Menuntut pemberian sanksi tegas kepada pihak-pihak yang menghambat jalannya pemilu, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar pemilu dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dan tertib.

Menanggapi polemik ini wakil rektor lll UPG Anis Fuad salam, berjanji untuk melakukan verifikasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Di akhir audiensi, Heri menyatakan, ia mendorong dan mendukung panitia untuk menjalankan pemilihan sesuai dengan prosedur yang telah disepakati. FMD akan terus konsisten mengawal pelaksanaan pemilu sampai selesai.

Melalui audiensi ini, FMD berharap agar pihak kampus dapat segera menindaklanjuti tuntutan tersebut demi terwujudnya tata kelola pemilu mahasiswa yang transparan, adil, dan demokratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here