Home Daerah BPPW Sumut Diduga Sengaja Tidak Masukkan Salah Satu Nama Calon Peserta TFL...

BPPW Sumut Diduga Sengaja Tidak Masukkan Salah Satu Nama Calon Peserta TFL Sanimas

1
0

Medan | Nusanews.co – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Membuka Penerimaan Calon Tenaga Fasilitator Kegiatan IBM Sanitasi Tahun 2024, pada Selasa, 26 Maret 2024 lalu.

 

Berdasarkan Surat nomor _um.01 02 / cb / 505_ yang dikeluarkan oleh kepala Balai Deva Kurniawan Rahmadi, ST. M.Sc memerintahkan untuk mengundang calon Tenaga Fasilitator untuk mengikuti Seleksi wawancara secara online melalui zoom kemudian dilampiran surat juga di cantumkan nama nama peserta yang diundang untuk mengikuti Seleksi wawancara tersebut.

 

Namun dari daftar nama peserta undangan tersebut diduga tidak lengkap atau ada nama yang dihilangkan oleh panitia seleksi yaitu atas nama FAHRUL ROZI PANJAITAN hal ini disampaikan langsung oleh yang bersangkutan kepada kami.

 

“Nama-nama yang ada pada daftar undangan tersebut merupakan Tenaga Fasilitator (TFL) pada tahun 2022 dan 2023 yang lalu yang memiliki EVKIN baik hanya nama saya tidak ada atau tidak dimasukkan oleh panitia seleksi, padahal saya juga TFL dengan EVKIN baik pada tahun 2022 yang lalu makanya saya heran, terang rozi”.

 

Beliau juga mengatakan bahwa panitia seleksi tidak selektif dan terkesan dengan sengaja menghilangkan namanya.

 

“Padahal Dari nama nama itu ada beberapa nama yang sudah tidak ikut lagi sebagai TFL di kegiatan Sanimas tahun 2023 lalu, tapi panitia tetap juga memasukkan namanya untuk ikut seleksi wawancara, sementara saya yang ikut sebagai TFL tahun 2023 tidak dimasukkan dan lebih anehnya lagi nama kawan satu tim saya masuk tapi saya sendiri tidak masuk, jelasnya Dengan heran”.

 

Dan dia juga menilai panitia seleksi memiliki standar ganda atau sarat kepentingan pribadi dalam perekrutan.

 

“Kalau nilai Evkin tahun 2022 dan 2023 yang dipakai sebagai standar dalam pemanggilan tentunya saya masuk karena saya Evkin baik pada tahun 2022 lalu, sementara itu ada nama yang masuk menggunakan evkin 2022 namun nama saya tidak masukkan. Jadi jelas disini terlihat panitia memiliki standar ganda dan diduga memiliki sarat kepentingan pribadi, tambahnya”.

 

Dengan berbagai kejadian ini tentunya ia sangat menyesalkan buruknya perekrutan tahun ini padahal sumber kegiatan berasal dari dana negara melalui APBN.

 

“Saya sangat kecewa dan menyesalkan bobrok dan carut marutnya proses perekrutan TFL tahun ini, sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, padahal dana dari kegiatan ini bersumber dari APBN yang dikutip dari pajak rakyat sudah seharusnya dilaksanakan dengan bijak sebagaimana mestinya, sesalnya.

 

Melihat dari situasi seperti ini beliau meminta agar Kepala Balai BPPW Sumut untuk turun tangan langsung dan mengevaluasi panitia seleksi.

 

“Saya meminta agar Kepala Balai BPPW Sumut Bapak Deva Kurniawan Rahmadi untuk mengevaluasi panitia seleksi secara keseluruhan bila perlu pecat dan ganti panitia seleksi nya karena tidak becus dalam melaksanakan tugas mereka, dan membatalkan nama nama yang sudah dikeluarkan. Pintanya.

 

Disampaikan juga bahwa beliau secara pribadi sudah menyurati kepala Balai tapi tidak ada tanggapan.

 

“Saya sudah memasukkan surat protes atau keberatan secara pribadi ke Balai BPPW tapi tidak ada respon atau tanggapan, mungkin suratnya tertahan di Resepsionis sehingga tidak sampai kepada kepala Balai,” terangnya.

 

Terakhir sebagai penutup ia sampaikan akan melawan kezoliman pada dirinya ini.

 

“Saya juga akan terus melakukan perlawanan terhadap kezoliman ini, dan akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Balai dan melaporkan ke Polda Sumut dan Kejatisu agar diaudit. Tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here