NUSAKATA.COM – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat STAI KH. Abdul Kabier sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) ke-VII yang dilaksanakan pada 05 – 06 Februari 2026 bertempat di Kebun Kebangsaan, Walantaka, Kota Serang. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Perempuan dalam Menumbuhkan Citra Diri KOPRI” sebagai upaya penguatan ideologis, intelektual, dan keorganisasian kader KOPRI.
Ketua KOPRI Komisariat STAI KH. Abdul Kabier, Uus Mia Ningsih, menyampaikan bahwa SIG merupakan ruang kaderisasi strategis untuk membangun kesadaran kritis kader perempuan PMII terhadap isu-isu gender, keislaman, dan peran sosial. Menurutnya, citra diri KOPRI tidak hanya dibangun dari simbol, tetapi dari kualitas kader yang memiliki keberanian berpikir, bersikap, dan bertindak secara progresif.
“SIG menjadi wadah penting untuk memperkuat identitas kader KOPRI sebagai perempuan Islam yang berdaya, berpengetahuan, dan mampu mengambil peran aktif dalam organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komisariat PMII STAI KH. Abdul Kabier, Firman Nurhakim, mengapresiasi terselenggaranya SIG VII sebagai bentuk keseriusan KOPRI dalam menjalankan proses kaderisasi yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga nilai-nilai perjuangan PMII serta membangun wajah organisasi yang inklusif dan berkeadilan gender.
“KOPRI bukan pelengkap, melainkan pilar penting dalam gerakan PMII. Melalui SIG, kader KOPRI ditempa untuk menjadi subjek perubahan yang kritis dan berintegritas,” tegasnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Serang, Ihah Tunjihah, yang menilai SIG sebagai instrumen penting dalam membentuk militansi dan kapasitas kader KOPRI di tingkat komisariat. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader perempuan PMII yang memiliki kesadaran gender, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.
“SIG bukan sekadar agenda formal, tetapi proses ideologisasi kader perempuan agar mampu membawa nilai-nilai KOPRI dalam ruang akademik, organisasi, hingga masyarakat luas,” ungkapnya.
Kegiatan SIG VII diikuti oleh kader PMII Komisariat STAI KH. Abdul Kabier dengan rangkaian materi seputar keislaman, gender, kepemimpinan perempuan, serta dinamika gerakan KOPRI. Selama dua hari pelaksanaan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam setiap diskusi serta forum kaderisasi.
Dengan terselenggaranya Sekolah Islam Gender VII ini, KOPRI Komisariat STAI KH. Abdul Kabier menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader perempuan PMII yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menumbuhkan citra diri KOPRI sebagai gerakan perempuan Islam yang progresif dan transformatif.





