Home Seni & Budaya Lesung Yang Hampir Punah Ditelan Modernisasi

Lesung Yang Hampir Punah Ditelan Modernisasi

22
0
Lesung Yang Hampir Punah Ditelan Modernisasi. (Dok/Mursiah)

NUSAKATA.COM – Lesung merupakan alat tradisional dari kayu berbentuk perahu atau balok cekung, yang aslinya untuk menumbuk padi. Namun kemudian, dikembangkan menjadi kesenian musik perkusi bernama Gejog Lesung, dimana pukulan alu pada lesung menghasilkan irama unik yang diiringi nyanyian dan tarian, melambangkan kebersamaan dan keceriaan panen padi.

Meski kini terancam punah karena modernisasi pertanian. Salah satu keluarga asal Kp. Peusar Pasir, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis Pandeglang, Banten, masih menyimpan alat kesenian lesung, sebagai warisan dari keluarganya pada zaman dulu.

Sebagai orang yang tinggal di daerah Sunda dan diwarisi alat ini, Muhali mengatakan, bahwa lesung seringkali dipergunakan untuk menumbuk adonan ketan yang akan dijadikan sebagai makanan yaitu gemblong.

Dengan cara lesung dibersihkan terlebih dahulu kemudian dilapisi karung agar adonan gemblong merata dan tidak menempel pada lesung.

Pembuatan gemblong secara tradisional, terutama untuk mendapatkan tekstur yang kenyal dan berserat khas, seringkali menggunakan alu dan lesung untuk menumbuk adonan ketan hingga kalis. Dan walaupun lesung pada zaman sekarang ini sudah hampir tidak ada di sebagian rumah, akan tetapi, keluarga ini masih melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh keluarganya itu.

Uniknya, dalam melestarikan alat seni lesung, keluarga ini terkadang sering mempergunakannya sebagai alat untuk menumbuk buah-buahan seperti jambu, yang dijadikan sebagai rujak, dengan cara lesung dibersihkan terlebih dahulu. Dan kegiatan ini mereka lakukan apabila bulan Ramadhan telah tiba.

Menurut mereka, yaitu keluarga dari Muhali itu mengatakan, bahwa melestarikan budaya dan kesenian itu tidak harus sama dengan yang dilakukan oleh orang tuanya pada zaman dahulu, akan tetapi boleh juga dengan kegiatan yang lainnya, asalkan mereka masih menjaga dan melestarikan alat seni lesung ini dengan baik.

 

Kesimpulan:

Lesung merupakan warisan budaya sekaligus kesenian yang pada saat sekarang ini sudah tidak banyak orang yang mempunyai dan mempergunakannya.

Melihat pada zaman sekarang ini hanya sebagian orang yang masih menyimpan lesung, kita tidak boleh melupakan warisan budaya kita sehingga akan menjadi jati diri bangsa yang kokoh, lestari, dan tidak hilang tergerus zaman di tengah arus modernisasi.

Penulis : Mursiah
Mahasiswa STKIP Babunnajah.
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Senin, (19/1/2026)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here