
NUSAKATA.COM — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sindangsari menggelar kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik yang dirangkaikan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik dan eco paving, Selasa (27/1/2026), di Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Kegiatan ini menghadirkan Yuni Lestari, ST, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, sebagai pemateri utama. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Camat Warunggunung, Kepala Desa Sindangsari, aparatur Desa Sindangsari, Dosen Pembimbing Lapangan, para Ketua RT 01, 02, 03, 04, 05, dan 10, serta Ketua RW 01, 02, dan 03.
Acara diawali dengan sambutan Alif Paturohman selaku Ketua KKN Desa Sindangsari. Dalam sambutannya, Alif menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Melalui program ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan dan Kepala Desa Sindangsari. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Camat Warunggunung.
Dalam pemaparannya, Yuni Lestari, ST menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan,” jelas Yuni.
Selain sosialisasi, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan air lindi serta pelatihan pembuatan eco paving sebagai inovasi pengolahan sampah anorganik yang bernilai guna.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengajukan pertanyaan dan tertarik untuk mencoba langsung saat demonstrasi dilakukan.
“Kami jadi tahu kalau sampah bisa diolah dan bermanfaat, bahkan bisa jadi peluang usaha,” ujar salah satu warga peserta kegiatan.
Kepala Desa Sindangsari menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Jika program pengolahan sampah ini berlanjut, bukan tidak mungkin dapat menjadi sumber penghasilan desa,” katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sindangsari diharapkan semakin memahami manfaat pengelolaan sampah organik dan anorganik, menyadari bahaya sampah bagi kesehatan jika tidak dikelola dengan baik, serta mampu melihat sampah sebagai peluang ekonomi yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan







