Home Daerah Mahasiswa Universitas Samawa Gelar Penanaman TOGA di Desa lito

Mahasiswa Universitas Samawa Gelar Penanaman TOGA di Desa lito

30
0

NUSAKATA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Samawa (UNSA) Kelompok 11 melaksanakan program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Lahan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, pada Senin (6/7/26).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung pola hidup sehat berbasis tanaman herbal.

Kegiatan penanaman TOGA yang digagas oleh Kelompok 11 KKL UNSA melibatkan Pemerintah Desa Lito, Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan program yang memberikan manfaat nyata bagi desa lito.

Penanaman dilakukan di lahan B2SA Desa Lito yang selama ini dikembangkan sebagai kawasan pemanfaatan pekarangan dan lahan produktif. Berbagai jenis tanaman obat, seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, dan tanaman herbal lainnya ditanam agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional sekaligus memperkaya keanekaragaman tanaman di kawasan tersebut.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Tanaman Obat Keluarga sebagai alternatif menjaga kesehatan, sekaligus mengoptimalkan fungsi lahan B2SA agar menjadi kawasan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat kesehatan, keberadaan TOGA juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan lahan dan penentuan titik tanam, kemudian dilanjutkan dengan pembagian bibit kepada peserta. Seluruh pelajar bersama perangkat desa, Karang Taruna, dan masyarakat melakukan penanaman secara gotong royong hingga seluruh bibit selesai ditanam. Suasana kebersamaan dan antusiasme peserta mencerminkan tingginya kepedulian terhadap pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat.

Deny Saputra Ketua Kelompok 11 KKL desa lito mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi siswa dalam menghadirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bahkan setelah masa KKL berakhir.

“Kami berharap tanaman obat yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama sehingga menjadi sumber manfaat bagi masyarakat, baik sebagai tanaman herbal maupun sebagai bagian dari pengembangan kawasan B2SA Desa Lito,” ujarnya.

Sementara itu maswarang selaku Kepala Desa Lito menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKL UNSA yang mampu menghadirkan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL UNSA atas dedikasi dan kerja samanya. Semoga tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik, dirawat bersama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lito dalam jangka panjang,” ungkap maswarang

Dosen Pembimbing Lapangan, Roli Peberianto, SH, MH, menilai program tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat melalui kegiatan yang berdampak nyata.

Melalui penanaman TOGA ini, siswa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui program sederhana namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Saya berharap program ini dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa dan masyarakat setelah KKL selesai,” ujar Roli Peberianto.

Melalui program ini, Kelompok 11 kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Desa Lito yang lebih sehat, mandiri, dan produktif melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here