NUSAKATA.COM – Telah dilaksanakan wawancara terhadap K.H Yusuf Prianadi bertempat di Ponpes TQN Al-Mubarok Kec. Cinangka Kab. Serang. Senin, (24/02/2025).
K.H Yusuf Prianadi menjelaskan, bahwa dirinya termasuk dalam organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
K.H Yusuf Prianadi menyampaikan, jika ada polemik atau isu yang terjadi di masyarakat, kewajibannya sebagai ulama NU adalah tabayyun kepada para pejabat tinggi pemerintahan (pembuat kebijakan), serta pihak yang mengkritik kebijakan.
“Guna membandingkan data yang lengkap untuk selanjutnya di analisa, agar menghasilkan kesimpulan serta sebagai dasar untuk menentukan sikap,” Pungkasnya.
Terkait polemik dan kegaduhan proyek PSN PIK 2, beliau secara pribadi mendukung kepada masyarakat yang menolak apabila memang proyek PSN PIK 2 lebih banyak menimbulkan kemudaratan atau kerugian dan dampak negatif bagi masyarakat.
“Namun, apabila proyek PSN PIK 2 lebih banyak mendatangkan kemanfaatan dan dampak positif bagi masyarakat, beliau sangat setuju proyek PSN PIK 2 tetap dilanjutkan,” Jelasnya.
K. H Yusuf Prianadi menuturkan, tidak mengetahui secara pasti permasalahan terkait proyek PSN PIK 2. Namun, menurut informasi yang beredar di media sosial dan masyarakat bahwa tanah dijual seharga Rp 50.000 serta ada intimidasi dari perantara pembeli (calo).
Beliau yakin bahwa pihak pengembang sanggup membayar lebih mahal dari harga yang seharusnya dibayarkan.
“Namun, dugaan adanya perantara pembeli (calo) justru dinilai merugikan masyarakat sehingga menjadi pemicu polemik dan kegaduhan proyek PSN PIK 2,” Tuturnya.
K.H Yusuf Prianadi belum ikut bergabung dengan kegiatan aksi penolakan PIK 2, di karenakan belum memiliki data yang akurat dan melakukan observasi dilapangan.
Beliau menduga ada yang memanfaatkan situasi, memiliki kepentingan untuk mencari panggung dan keuntungan. Terutama kelompok intoleran yang ingin membuat gaduh di NKRI.








