Home News Letusan Gunung Merapi Pada Masa 5 Abad Kebelakang Ternyata Di Wilayah Ini

Letusan Gunung Merapi Pada Masa 5 Abad Kebelakang Ternyata Di Wilayah Ini

2
0

Sekedar info, yang dikutif oleh Nusanews.co dari Keindahan Alam Bumi Pertiwi letusan gunung terdahsyat di dunia selama 5 abad terakhir itu terjadinya di Indonesia dan membentuk kaldera terbesar dan terdalam di dunia.

Gunung yang meletus dahsyat itu adalah Gunung Tambora yang terletak antara Dompu dan Bima, pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan skala 7 VEI (Volcano Explosivity Index). Ini adalah skala letusan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah tertulis peradaban manusia.

Letusannya hanya dikalahkan oleh letusan gunung yang sekarang menjadi Danau Toba (8 VEI). Tetapi letusan Toba terjadi sebelum jaman peradaban (pra sejarah).

Letusan Gunung Tambora dalam kurun waktu 5 hingga 15 April 1815. Letusan itu menyemburkan 160 kilometer kubik (160.000 juta meter kubik) material vulkanik, setinggi 43 km. Energi yang dilepaskan luar biasa, mencapai 34.000 megaton TNT, atau 1,5 kali lebih besar dari semua energi yang tersimpan di seluruh persenjataan nuklir pada puncak perang dingin.

Miliaran ton abu vulkanik ditembak hingga mencapai stratosfer dengan membawa ratusan juta ton gas belerang, yang kemudian bereaksi dengan air membentuk tetesan asam sulfat. Paduan keduanya berbentuk tabir surya vulkanik yang menutupi diri dari sudut-sudut kepala atmosfer bumi pada ketinggian antara 10 dan 30 km. Tabir surya ini membuat 25% sinar matahari berkurang sehingga hanya 75% yang berhasil ditransmisikan ke Bumi. Akibatnya, suhu rata-rata permukaan bumi menurun.

Sebagai perbandingan, energi letusan Krakatau pada tahun 1883 hanya seperdelapan dari letusan Tambora 1815. Gemuruh erupsi Tambora terdengar di Pulau Sumatra.

Bahkan Sir Thomas Stamford Raffles yang memerintah Bengkulu pada waktu itu mengira suara letusan Tambora adalah suara meriam yang meledak.

Sebelum 1815, Gunung Tambora adalah gunung tertinggi di seluruh pulau Sumbawa yang puncaknya menjulang hingga ketinggian sekitar 4.300 meter di atas permukaan laut (dari paras air laut).

Begitu tinggi sehingga terlihat jelas dari pantai timur pulau itu walau tempat itu berada dalam jarak 300 km. Letusan kolosal menyebabkan puncak Gunung Tambora terpangkas besar sehingga ketinggiannya berkurang menjadi 2.851 meter di atas permukaan laut.

Tidak hanya itu, kini memberi jalan kepada bentuk puncak dari kawah raksasa (kaldera) dengan diameter sekitar 6-7 km dengan kedalaman maksimum 1.250 meter, menjadikannya kaldera terdalam.

Letusan Gunung Tambora telah meningkatkan anomali suhu global, hingga suhunya turun sekitar tiga derajat Celcius (pendinginan global), dan menghancurkan tanaman dan menyebabkan wabah kelaparan di banyak negara, termasuk Amerika Utara, Cina, India, dan Eropa. Letusan Tambora berlanjut dampak dan telah menyebabkan penyebaran tipus dan disentri diyakini telah merenggut nyawa di Eropa sebanyak 200 ribu orang pada periode 1816-1819.

Bahkan dalam sebuah teori dikatakan bahwa kekalahan Napoleon dipengaruhi oleh bencana iklim yang disebabkan oleh Tambora. Hujan dan badai di pertempuran malam diikuti oleh suhu dingin (meskipun hari ini telah memasuki musim panas) telah menyebabkan pasukan Napoleon terjebak dalam lumpur yang menyebabkan efektivitas kavaleri dan amunisi meriam menjadi tidak dapat digunakan.

Padahal faktanya, Napoleon menang dalam jumlah pasukan dibanding lawannya. Alam Indonesia memang luar biasa
Sumber : Keindahan Alam Bumi Pertiwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here