Home Daerah Kanibalisme Politik Bisa Saja Terjadi di Pilkada Serentak 2024

Kanibalisme Politik Bisa Saja Terjadi di Pilkada Serentak 2024

14
0

Penulis Oleh : Zaenal Abidin

Mahasiswa STISNU – Tangerang

 

Nusanews.co – Pilkada serentak 2024 di Indonesia akan menjadi momen penting dalam demokrasi kita, di mana pemilihan gubernur dan bupati atau wali kota dilakukan secara bersamaan.

Tujuannya baik, yakni meningkatkan efisiensi dan partisipasi pemilih, tapi tak bisa dipungkiri ada tantangan besar yang mengintai.

Salah satunya adalah fenomena “kanibalisme politik,” yaitu ketika partai atau koalisi politik yang mendukung calon di satu tingkat pemilihan tidak sejalan dengan dukungan mereka di tingkat pemilihan lainnya.

Ada beberapa alasan mengapa sinkronisasi dukungan politik bisa begitu sulit dicapai.

Pertama, kepentingan lokal yang berbeda sering kali memaksa partai untuk mendukung kandidat yang berbeda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kedua, dinamika koalisi yang berubah-ubah bisa menyebabkan partai mendukung calon gubernur dari satu koalisi dan calon bupati dari koalisi lain. Ketiga, strategi politik yang berbeda di setiap daerah juga bisa membuat partai atau koalisi terpaksa melakukan manuver yang berisiko memecah dukungan.

Sebetulnya dampak dari kanibalisme politik ini tidak main-main. Perpecahan suara yang terjadi bisa membuat pemilih bingung, alhasil semakin menebalkan ketidak percayaan publik terhadap partai politik itu sendiri.

Ketika Parpol mengambil jalan oportunis sedemikan kasat, maka publik sebagai pemilih akan bertindak pragmatis secara terang terangan, ” sing sapeu-sapeu ngupai klerek Ning tenggorokan iku sing dipilih“(siapa saja calon yang bisa memberikan pelicin, itu yang akan dipilih, red).

Itu konsekuensi logis, jika parpol mengambil jalan bar-bar seperti demikian, yang pada akhirnya berakibat fatal pada upaya subtantif mencari pemimpin daerah melalui pemilihan langsung menjadi gagal total.

Partai politik harus melakukan beberapa langkah strategis secara holistik yang tidak melulu soal menang kalah, tapi meletakan demokrasi sebagai norma dan nilai-nilai penting dalam menjaga tujuan bernegara sangatlah penting.

Dengan begitu, meskipun tantangan kanibalisme politik nyata, jika elit parpol mampu menjaga syahwat politiknya untuk lebih Arif dalam konteks politik lokal, maka peluang untuk memaksimalkan manfaat Pilkada serentak masih bisa diraih, dan demokrasi lokal di Indonesia bisa terus berkembang dengan lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here