Home News Ekowisata Jembatan Cinta Mati Suri, Pokdarwis Harapkan Giat Melasti Jadi Momentum Bangkit...

Ekowisata Jembatan Cinta Mati Suri, Pokdarwis Harapkan Giat Melasti Jadi Momentum Bangkit Kembali

2
0
Ekowisata Jembatan Cinta Mati Suri, Pokdarwis Harapkan Giat Melasti Jadi Momentum Bangkit Kembali (Ist)

NUSAKATA.COM – Upacara melasti di kawasan PPI Paljaya yang mempertontonkan seni dan budaya khas Bali mendapat sambutan antusias dari warga Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi.

Saat melasti, umat Hindu dari Kota Bekasi menghadirkan iring-iringan parade dengan hiasan khas, tarian, serta musik Bali yang memukau.

Suasana ini seolah menghidupkan kembali kawasan wisata Eko Jembatan Cinta yang selama ini mengalami penurunan daya tarik.

Ritual melasti yang diadakan pada Minggu, 23 Maret 2025, di kawasan PPI Paljaya Segarajaya ini menjadi kali kedua diadakan di wilayah tersebut. Melasti merupakan bagian dari rangkaian menjelang Hari Raya Nyepi 1947 Saka.

Upacara Melasti yang diyakini bertujuan untuk menyucikan diri serta membersihkan alam dari energi negatif dihadiri oleh lebih dari 1000 umat Hindu.

Gelaran unik melasti ini tak hanya mendapat perhatian dari puluhan pekerja media, namun juga turut dihadiri oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh pejabat dari Bakesbangpol.

Selain itu, antusiasme warga setempat terhadap Upacara Melasti memberikan harapan baru bagi kebangkitan wisata Jembatan Cinta. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Segarajaya, Sobri Bahari Sastra yang juga merupakan warga sekitar.

Menurut Sobri, momen perayaan ritual Melasti di PPI Paljaya berhasil menjadi daya tarik masyarakat karena memiliki tradisi budaya yang unik dimana umat Hindu yang hadir dalam acara Melasti memakai pakaian adat yang menjadi simbol Umat Hindu Bali.

Ia pun berharap kegiatan seperti ini semoga dapat menjadi event berkelanjutan tiap tahunnya. Dirinya meyakini akan berdampak positif, selain untuk kelestarian budaya umat Hindu di Bekasi dalam menjalankan acara keagamaan, tentunya ini akan menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung di tempat wisata Jembatan Cinta yang saat ini terlihat mati suri.

“Tentunya, saya sebagai Ketua Pokdarwis sangat mendukung adanya ritual Melasti di laksanakan di PPI Paljaya dan berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kedepannya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di tiap tahunnya,”ucap Sobri pada Selasa, 25/3/25.

Hal senada diungkapkan oleh Tina, warga setempat yang beraktifitas sebagai pedagang dibawah naungan UMKM setempat. Ia sebagai pedagang kecil mengaku mendapat manfaat dari terselenggaranya kegiatan Melasti di PPI Paljaya.

“Ya kalau kami sebagai pedagang tentunya berharap keberadaannya dapat lebih banyak lagi sehingga dapat menghidupkan UMKM disini,” ujar Tina.

Menurutnya, kedepannya lebih banyak promo promo yang disebar melalui medsos dan melibatkan banyak pihak seperti dinas pariwisata serta dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi.

“Biar ramai pengunjung dan tentunya akan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di sini.” Harap Tina.

Sebagai tambahan informasi, kawasan wisata Jembatan Cinta sejatinya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari terpadu. Inisiatif pengembangannya telah dimulai sejak akhir tahun 2020 oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkit Muara Tawar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Adapun Konsep pengembangan yang diusung tidak hanya mencakup rekreasi, tetapi juga integrasi dengan tempat pelelangan ikan dan ragam kuliner khas pesisir.

Namun, saat ini kondisi kawasan wisata tersebut cukup memprihatinkan. Banyak spot di sepanjang trek Jembatan Cinta yang mengalami kerusakan, seperti papan kayu yang patah, besi yang kropos, serta menara pengamatan yang kondisinya hancur.

Keadaan ini membuat wisatawan enggan berkunjung dan menyebabkan kawasan tersebut semakin terabaikan.

Masyarakat setempat berharap viralnya pelaksanaan ritual melasti di Desa Segarajaya yang dimuat puluhan media nasional bahkan mancanegara mampu memberi harapan baru bagi masyarakat setempat.

Harapan mereka, pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melihat momentum ini sebagai peluang untuk menghidupkan kembali potensi wisata di kawasan Jembatan Cinta. (Dewa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here