Lebak, (NNC) – Memasuki hari Lebaran kedua, hari Kamis (11/4/2024), objek wisata pantai Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten, mulai diserbu wisatawan dari berbagai daerah. Seperti biasanya objek wisata Pantai Binuangeun selalu menjadi tujuan favorit bagi wisatawan saat libur lebaran.
Pantauan awak media di lapangan, selain wisatawan lokal sejumlah wisatawan dari luar kota juga terus berdatangan. Hal itu di ketahui dengan plat kendaraan yang datang ke lokasi, baik motor maupun mobil. Selain itu, sejumlah wisatawan juga tampak datang menggunakan kendaran bak terbuka, seperti pick up dan truk.
Menurut Andi suandi, selaku ketua Karangtaruna Desa Muara, ramainya pengunjung libur hari raya idul fitri 1445 H/2024 M tersebut, terpantau dari sekarang hari kedua lebaran. Sejak pukul 07.00 wib, pengunjung mulai berdatangan dengan berbagai jenis kendaraan. Kerinduan wisatawan akan indahnya pantai yang selalu dikunjungi pas libur lebaran dan berkumpul bersama keluarga tercinta, di momen libur Lebaran ini, seperti tak terbendung lagi.
Baca Juga | Hari Raya Idul Fitri, Lapas Dompu Buka Layanan Kunjungan Keluarga WBP .
Sejak pagi pukul 07.00 WIB objek wisata pantai Binuangeun, Lebaran kedua mulai ramai kendaraan motor, mini bus dan mobil bak terbuka, warga mengajak keluarga yang baru pulang dari kota untuk merayakan momen kebersamaan dengan mengajak main ke pantai sekadar nongkrong, makan-makan dengan menikmati keindahan pantai, mumpung masih libur panjang lebaran biasanya,”ucap Andi, paada awak media Kamis (11/4/2024).

Untuk memberikan rasa nyaman dan aman dari unsur muspika dan unsur lainya turut bertugas untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet dan mengawasi pengunjung di pesisir pantai Binuangeun, agar tidak ada hal yang tidak di inginkan, “Untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung,” imbuhnya.
Selanjutnya Andi juga Menghimbau, supaya pengunjung hati-hati, mengingat ombak di pantai selatan ini cukup besar dan berbahaya. Agar pengunjung dilarang mandi dipantai karena berbahaya, saya harap semua mematuhinya,” tegasnya.
Supandi warga Desa Sukatani salah satu wisatawan yang berkunjung, mengakui bahwa dirinya memilih Pantai Binuangeun menjadi salah satu destinasi pantai yang dikunjungi, momen lebaran bersama keluarga, karena meski di hari lebaran, tarif masuk yang dipatoknya normal hanya Rp 5.000.
Baca Baca | Masyarakat Orong Telu Terancam Gagal Mudik Akibat Insfratruktur Jalan Yang Sangat Rusak
Tarif masuknya ini normal, harga makanan juga biasa gak dimahal-mahalin. “Biasanya kan kalau hari libur lebaran, ada aja pedagang-pedagang yang naikin harga, tapi ini engga,” kata Supandi jelasnya.
Sementara itu, bagi sebagian warga berkunjung ke pantai saat lebaran bukan hanya sekedar berwisata, namun juga sebagai tradisi.
“Ya senanglah, kan momen Lebaran. Soalnya bagi penduduk lokal, berkunjung ke pantai selatan ini sudah menjadi tradisi sejak dulu, sambil mengajak sodara yang dari jauh,“jelas Rendi , salah satu pengunjung.
Meskipun ombak terlihat besar dan himbouan dilararangan mandi di pantai, sejumlah pengunjung tampak tetap nekad mandi di pantai. Sejumlah anak-anak juga terlihat asyik bermain pasir dan kerikil di pesisir pantai. (Kasanudin)







