Menu

Mode Gelap
 

Pembangunan Revitalisasi Sekolah SKHN 03 Lebak Di Kadujajar Diduga Abaikan K3 Dan Gunakan Pasir Laut

- Nusakata

4 Nov 2025 10:07 WIB


					Pembangunan Revitalisasi Sekolah SKHN 03 Lebak Di Kadujajar Diduga Abaikan K3 Dan Gunakan Pasir Laut. (Ist) Perbesar

Pembangunan Revitalisasi Sekolah SKHN 03 Lebak Di Kadujajar Diduga Abaikan K3 Dan Gunakan Pasir Laut. (Ist)

NUSAKATA.COM – Proyek revitalisasi gedung Sekolah Khusus SKhn 03 Lebak di desa Kadujajar kecamatan Malingping Kabupaten Lebak banten yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2025 melanggar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek senilai kurang lebih Rp1,4 milyar tersebut diduga melanggar standar K3 serta menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, yakni menggunakan pasir laut.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, sejumlah pekerja proyek terlihat mengabaikan aspek keselamatan dengan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib, seperti helm, sepatu keselamatan, dan sarung tangan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi kecelakaan kerja di lokasi proyek. Sedangkan selain papan informasi, dipasang juga baliho mengenai K3.

“Kami melihat sendiri para pekerja beraktivitas tanpa APD yang lengkap. Ini sangat berbahaya dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana proyek, pengawas maupun dinas terkait,” ujar Bucek di lokasi pembangunan. Senin, (03/11/2025).

“Selain dugaan pengabaian K3, temuan yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya indikasi penggunaan pasir laut sebagai bahan campuran adukan semen,” cetusnya.

Kata Bucek, Pasir laut secara teknis memiliki kandungan garam klorida yang tinggi, yang dapat menyebabkan korosi pada tulangan besi dan mempercepat kerusakan struktur bangunan dalam jangka panjang.

Bucek juga menyayangkan dengan penggunaan material ini jelas melanggar standar teknis konstruksi bangunan sekolah yang seharusnya mengutamakan keamanan dan ketahanan,tambahnya.

“Ada dugaan kuat bahwa material pasir yang digunakan adalah pasir laut. Jika ini benar, kualitas bangunan sekolah ini dipertanyakan dan berisiko membahayakan keselamatan siswa dan guru di masa depan,” ujarnya

Pembangunan ini selaku penanggung jawab Pihak pelaksana di laksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Sampai berita ini di tayangkan awak media terus mencari informasi lebih lanjut kepada pihak terkait. Sementara selaku penanggung jawab pembangunan, Suyadi sedang tidak ada di tempat untuk dikonfirmasi.

Beberapa guru yang ditemui pun enggan berkomentar banyak mengenai pengerjaan kontruksi yang sedang dibangun. ***

Baca Lainnya

Bupati Bogor Hadiri Pisah Sambut Kapolresta Bogor Kota, Tekankan Penguatan Sinergi Kamtibmas

10 January 2026 - 22:03 WIB

Lapas Kelas IIA Lahat Laksanakan Kegiatan Tes Urine Pegawai Dan Narapidana

8 January 2026 - 09:42 WIB

Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, Warga Desa Pondokpanjang Berharap Bantuan Pemerintah

6 January 2026 - 08:40 WIB

Mantan Aktivis Pertanyakan Transparansi Anggaran Terkait Pembangunan MCK Di Desa Penggalangan

5 January 2026 - 09:25 WIB

Alasan Di Silpakan, Informasi Yang Dihimpun Senin Atau Kamis Dibagikan BLT DD Desa Salapraya

4 January 2026 - 20:14 WIB

Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Tahun 2026

4 January 2026 - 19:04 WIB

Trending di Daerah