NUSAKATA.COM – Kawasan wisata adat suku Baduy di pedalaman Gunung Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, tetap menjadi destinasi favorit para pelancong. Saat libur panjang memperingati Kenaikan Isa Almasih tahun 2025, wilayah permukiman tradisional suku Baduy dipadati pengunjung dari berbagai daerah, baik lokal maupun luar kota.
Ratusan wisatawan dari berbagai kalangan-anak-anak, remaja, hingga dewasa-memanfaatkan waktu libur dengan mengunjungi objek wisata alam dan budaya Baduy. Mereka tertarik untuk menikmati suasana alam yang masih alami serta menyaksikan langsung kehidupan masyarakat Baduy yang masih memegang teguh tradisi leluhur.
Selain menikmati keindahan alam dan budaya, wisatawan juga bisa membeli hasil kerajinan tangan warga Baduy sebagai cendera mata khas daerah tersebut.
Fasiha, salah satu pengunjung asal Jakarta, mengaku ini adalah kunjungannya yang kedua ke wilayah Baduy, namun baru pertama kali masuk ke kawasan Baduy Dalam. Kali ini, ia datang bersama enam temannya.
“Ini kunjungan kedua saya ke Baduy, tapi baru pertama kali ke Baduy Dalam,” ujarnya saat ditemui di Baduy Luar. Ia memilih destinasi ini karena menyukai kehidupan alami masyarakat Baduy serta lokasi yang cukup mudah dijangkau dari Jakarta.
“Jaraknya dekat, terus budaya dan sejarahnya juga menarik. Jadi, seru untuk dicoba,” tambahnya, yang datang menggunakan KRL commuter line.
Senada dengan Fasiha, Oci, wisatawan asal Tangerang, juga mengaku telah dua kali mengunjungi Baduy sejak 2015. Kali ini ia datang bersama keluarganya dan teman lama dari bangku SMP. Namun, Oci hanya sampai di Baduy Luar dan belum menjelajah lebih dalam.





