NUSAKATA.COM – Pesawat antariksa era Uni Soviet, Kosmos 482, akhirnya jatuh kembali ke Bumi pada Sabtu siang, 10 Mei 2025. Untungnya, puing-puing antariksa ini tidak menyebabkan kerusakan besar karena jatuh di Samudera Pasifik, bukan di wilayah daratan.
“Objek tersebut jatuh antara pukul 12.26 hingga 12.38 WIB di Samudera Pasifik, dekat Amerika Selatan,” ujar Thomas Djamaluddin, peneliti utama di Pusat Riset Antariksa BRIN, pada Minggu, 11 Mei 2025.
Kosmos 482 awalnya dibuat untuk mendarat di planet Venus pada tahun 1972, namun misi itu gagal dan wahana ini malah mengorbit Bumi selama beberapa dekade.
Sebelumnya, lokasi jatuhnya puing-puing ini sulit diprediksi karena sekitar 70 persen permukaan Bumi adalah lautan, sehingga kemungkinan jatuhnya bisa di mana saja, termasuk wilayah Indonesia.
Thomas menjelaskan bahwa orbit Kosmos 482 melewati wilayah antara 52 derajat lintang utara hingga 52 derajat lintang selatan, termasuk beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Namun, dipastikan bahwa puing-puing tersebut tidak jatuh di wilayah Indonesia.
“Tidak ada daratan yang terkena dampak jatuhnya Kosmos 482,” tegas Thomas.






