Nusakata.com – Dikisahkan sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman Bin Auf seorang dermawan dan kaya raya, ia berhasil dalam berbisnis, serta salah satu prajurit yang pemberani dalam peperangan membela agama Allah Dan Rasulullah SAW.
Dikutip dari wikipedia.id, Dirinya merupakan seorang prajurit kaum muslimin di perang badar. Ketika itu, usianya masih muda atau belia dan ia memasuki kancah peperangan dengan berani dan tekad yang kuat untuk membela Islam, Allah dan Rasulnya.
Ia berperang bersama dengan saudaranya, Mu’awwidz bin Al Afra atau Mu’awwidz bin Al Harits.
Kisahnya, dikisahkan oleh sahabat nabi, Abdurrahman Bin Auf. Beliau mengatakan bahwa ada 2 pemuda Anshar yang berusaha mencari orang yang paling getol menghina nabi saat nabi masih berada di kota Mekkah, yakni Abu Jahal.
Abdurrahman bin Auf menyaksikan keberanian 2 anak muda tersebut yang berhasil memojokkan Abu Jahal, bahkan sampai melukai Abu Jahal dan sekarat. Auf dan juga saudaranya berhasil mengalahkan Abu jahal dan melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah.
ِأُخْبِرْتُ أَنَّهُ يَسُبُّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَئِنْ رَأَيْتُهُ لاَ يُفَارِقُ سَوَادِى سَوَادَهُ حَتَّى يَمُوتَ الأَعْجَلُ مِنَّا
“Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun bersumpah kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku yang akan mati di tangannya.” (Dialog Auf dan Mu’awwidz dengan Abdurrahman bin Auf).
Terkhusus kepada Auf, ia sempat menanyakan kepada Rasulullah, apa yang membuat Rabb (Allah) begitu senang dan tertawa, maka rasul menjawab : “Seorang hamba yang berjihad di Jalan Allah dengan melepas baju Zirahnya.”
Sontak mendengar itu, karena kekecewaannya tidak berduel di awal perang, maka dirinya langsung melepas baju Zirahnya dan menerpa kaum kafir Quraisy sampai ia menemui syahid-nya.
Abdurrahman Bin Auf merupakan keturunan Bani Zuhrah yang berasal dari Jurai. Ayahnya adalah Auf bin Abdul Auf al-Harith, sementara ibunya bernama as-Syifa Siti.
Pada masa jahiliyah, Abdurrahman bin Auf diberi nama Abdul Kabah atau Abdu Amr. Barulah setelah masuk Islam, ia diberi nama Abdurrahman oleh Nabi Muhammad SAW.
Selama menjadi pemeluk Islam, Abdurrahman bin Auf ikut berhijrah dua kali, yang pertama ke Habasyah dan yang kedua mengikuti Nabi Muhammad SAW ke Kota Yastrib atau Madinah.
Selama di Madinah, ia menjadi salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling kaya karena menekuni profesinya sebagai pedagang







