LEBAK, (NNC) – Desa Lewiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak – Warga Kampung Anggrit Desa Lewiipuh Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak resah dengan adanya pohon kelapa sawit milik PTPN III (PERSERO) yang tertanam di sepanjang dekat ruas jalan permukiman warga sekitar dari pintu masuk PTPN III sampai dengan lokasi Pabrik karena pohon kelapa sawit tersebut di khawatirkan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Kamis, 18 Juli 2024
Seorang warga Kampung Angrit Desa Lewiipuh yang tidak mau disebutkan namanya kepada NNC sebut saja namanya (DN), warga khawatir dengan pohon kelapa sawit yang tertanam di sepanjang dekat ruas jalan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, apalagi pohon tersebut sudah tua umurnya sudah keropos batang pohonnya di khawatirkan apabila pohon kelapa sawit tersebut roboh akan menimpa pengguna jalan, aliran listrik dan rumah warga sekitar, ujarnya.
Warga sekitar memohon kepada pihak PTPN III (PERSERO) agar segera menebang pohon yang tertanam di sepanjang jalur dekat ruas jalan warga sekitar, pasalnya tuntutan tersebut sudah di kemas melalui proposal yang kabarnya sudah di berikan kepada pihak PTPN III namun belum ada tindakan dari pihak PTPN III Ucap Bpk. Ade Yusup (Kepala Desa Lewiipuh).
Lanjut, (DN) warga sekitar Kp. Anggrit mengucapkan selain pohon sawit yang tertanam di sepanjang jalur dekat ruas jalan warga sekitar yang dapat membahayakan juga tidak ada lampu penerang jalan di sepanjang ruas jalan tersebut. Untuk itu kami mohon kepada pihak PTPN III (PERSERO) segera memenuhi tuntutan-tuntuntan warga tersebut agar cepat direalisasikan, ucap warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut ke awak media.
(DN) berharap bawa pihak PTPN III ini dapat memberikan kontribusinya untuk segara merealisasikan tuntutan masyarakat tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam berlalu lintas dan tentunya masyarakat nyaman dan jauh dari bahaya.
“Kami hanya meminta tolong untuk segera menebang pohon sawit yang berjejer di sepanjang dekat ruas jalan dan memberikan lampu penerangan di sepanjang ruas jalan tersebut, agar tidak membahayakan masyarakat sekitar, terangnya. ” (Ajat resmana)








