NUSAKATA.COM – Sebuah video amatir yang memperlihatkan kekecewaan seorang warga terhadap kualitas pembangunan jalan rabat beton menuju area persawahan viral di media sosial dan Grup WhatsApp.
Dalam video berdurasi 01:49 menit tersebut, tampak kondisi fisik jalan yang baru saja rampung dibangun namun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.
Warga yang merekam video tersebut memperlihatkan bagaimana permukaan beton sangat mudah terkelupas. Bahkan, hanya dengan cengkraman tangan atau injakan kaki.
Ia mengeluhkan material beton yang tampak lebih banyak kandungan pasir dibandingkan semen, sehingga teksturnya rapuh.
“Coran jalan kepesawahan cakung Desa Bolang yang proyek milyaran belum juga apa- apa baru di injak motor sudah rusak. Banyak yang di tambalan akibat semennya kurang bagus, timbulnya coran butut jalan butut di cengkram pakai tangan keambil ngelupas,” ungkap seorang warga dalam vidio tersebut.
Katanya warga dalam video tersebut mengatakan, “coran-coran ada apa dibalik ini, repot anggaran milyaran pekerjaannya butut, mendingan orang-orang pertanian tuh hasil, orang pertanian di pijit pake tangan kuat, tapi hasil orang – orang kontraktor mandornya banyak, pelaksana banyak. Tapi pekerjaannya butut, ripuh- ripuh jalan gini mah,” lanjutnya dalam rekaman vidio.
“Kalau jalan ini masih diterima tolong nih pak Dedi, Pak Gubernur Jawa Barat, jalan Desa Bolang,” ujar warga dalam rekaman vidio.
Menanggapi hal tersebut, Agus Rusmana Aktivis Lebak Selatan sangat menyayangkan dengan proyek yang berlokasi di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Lebak Banten, pembangunan jalan rabat beton tersebut yang diketahui bertujuan untuk mempermudah akses transportasi logistik para petani setempat.
“Namun, melihat kondisinya yang sudah retak dan rapuh sebelum sempat digunakan secara maksimal warga khawatir jalan tersebut tidak akan bertahan lama, terutama saat memasuki musim penghujan dan dilewati kendaraan pengangkut hasil petani,” ucap Agus pada Kamis, (22/01/2026).
Agus juga menegaskan bahwa, pihak pelaksana proyek atau instansi terkait harus segera bertanggung jawab.
“Kami meminta adanya audit lapangan dan transparansi mengenai spesifikasi material yang digunakan. Jangan sampai anggaran negara yang seharusnya menyejahterakan petani justru terbuang percuma karena kualitas pengerjaan yang asal-asalan,” tegas Agus rusmana.
Agus Rusmana berharap, pemerintah daerah atau dinas terkait segera turun tangan untuk memerintahkan perbaikan ulang sesuai standar kualitas yang dibutuhkan.
“Agar asas manfaat dari pembangunan jalan tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas dan hajat orang banyak,” tutupnya.





