NUSAKATA.COM – Usai membuka dan meresmikan acara dashat orientasi kader dapur sehat atasi Stunting di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Jum’at, (1/8/2025).
Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat, Ir.Hj. Sri Meliyana Bursah Zarnubi mendapat keluhan dari masyarakat di tiga Desa, yakni Desa Jati, Kuba, dan Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, sebanyak 65 hektar (ha) areal persawahan terancam tak dialiri air dari sungai lematang.
Mendapat laporan tersebut, Sri di dampingi Camat Pulau Pinang Anthoni Hakman,S.E., M.M,. juga bersama Kades Pagar Batu Yuniardi langsung mendatang dan mengecek titik lokasi yang di keluhkan masyarakat.
Setiba di lokasi, penyebab puluhan Ha persawahan terancam tak dialiri air dari sungai lematang, penyebab faktor utamanya di karenakan terjadi pendangkalan tepatnya di kepala siring atau pintu masuk air ke dalam saluran drainase untuk menuju areal persawahan warga di tiga desa tersebut.
“Iya, kejadian sudah hampir sepekan ini, semenjak aliran sungai lematang mengecil, secara otomatis debit air tidak dapat masuk melalui drainase,” ujar kades pagar batu, yuniardi di lokasi.
Oleh karenanya, sambung Kades Pagar Batu, warga secara bergotong royong membuat bendungan, dengan cara menumpukkan batu hingga tinggi, agar air Sungai kematang bisa masuk ke kepala siring.
“Karena warga kita bergantung hidupnya dengan berani, dan kebetulan mereka baru selesai panen padi, dan rencananya akan memulai menanam kembali oleh karenanya, air sungai lematang sangat di butuhkan,” cetus Kades.
Lantaran air yang di butuhkan tidak mencukupi, kata yuniardi, makanya di bendung air sungai lematang secara manual. Sehingga, air Lematang dapat masuk ke drainase untuk mengaliri persawahan warga.
“Ada beberapa titik harus di dalami dengan cara di keruk memakai alat berat (alber) agar air dapat masuk namun, saat ini air yang menuju kepala siring berbalik dan cukup menyulitkan,” tutupnya.
Hal senada di sampaikan Camat Pulau Pinang, anthoni hakman, menurutnya, salah satu solusinya dengan melakukan pengerukan atau di dalami di sejumlah titik agar air Lematang dapat masuk melalui kepala siring.
“Namun, kondisi air yang terus mendangkal seperti saat ini, membuat warga harus bekerja ekstra, walaupun menggunakan alat berat, supaya air yang masuk melalui drainase bisa mencukupi untuk puluhan ha sawah di tiga desa tersebut,” ujarnya.
Katany, Benar harus cepat mengatasinya, dijelaskan camat pulau pinang, sebab kalau terlambat kasihan penduduk apalagi sampai tidak bercocok tanam lagi.
“Mau kemana mereka mencari nafkah untuk itu harus mengeruk titik-titik tertentu sekaligus melakukan pendalaman air yang dangkal, agar air yang di butuhkan warga benar-benar teraliri dan tercukupi,” imbuhnya.
Sementara, Ketua TP-PKM Kabupaten Lahat, Sri Meliyana Bursah Zarnubi mengatakan, dengan berkomunikasi dengan camat dan kades serta turun kelokasi hasilnya akan di sampaikan kepada Bupati Lahat agar dapat segera di ambil tindakan.
Ia menjelaskan, Pasti hasil dari lapangan ini akan di sampaikan kepada Pemkab Lahat agar dapat segera mencarikan solusinya.
“Karena, penduduk di desa sangat bergantung kehidupan nya dari hasil berani solusi yang tepat, melakukan pengerukan, membendung hamparan agar air sungai lematang bisa naik dan masuk kesaluran drainase yang ada,” tutup Ketua TP-PKK Lahat. (ROBBY/Nusakata.com)





