Menu

Mode Gelap
 

Tema “Peran Generasi Muda dalam Kewarganegaraan Digital”

- Nusakata

18 Oct 2025 09:39 WIB


					Gambar ilustrasi teknologi. © lornawestonsmyth.com Perbesar

Gambar ilustrasi teknologi. © lornawestonsmyth.com

NUSAKATA.COM – Warganet Cerdas, Negara Kuat: Peran Gen Z dalam Mewujudkan Kewarganegaraan Digital yang Positif.

 

Pendahuluan

Di era di mana jempol lebih cepat bergerak daripada pikiran, status “warga negara” tidak lagi terbatas pada dunia nyata. Setiap hari, kita hidup sebagai warga negara digital di media sosial. Namun, sudahkah kita menjadi warga digital yang baik? Banyak yang menganggap kebebasan berpendapat di dunia maya sebagai izin untuk menyebar hoaks, melakukan perundungan siber, atau sekadar menjadi penonton pasif.

Padahal, menjadi warga negara digital yang sesungguhnya bagi generasi Z adalah tentang mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang positif dan membangun.

 

Kewarganegaraan Digital adalah tentang Tanggung Jawab, Bukan Hanya Kebebasan

Seringkali kita hanya menuntut hak kita untuk bebas berpendapat di internet, sesuai dengan yang dijamin konstitusi. Namun, kita lupa bahwa setiap hak selalu diiringi dengan kewajiban. Kewajiban kita sebagai warga negara digital adalah menyaring informasi sebelum membagikannya prinsip saring sebelum sharing, menghormati perbedaan pendapat dengan tidak menyerang pribadi, dan menjaga etika berkomunikasi. Ketika tanggung jawab ini diabaikan, media sosial justru berubah menjadi arena perpecahan, bukan ruang diskusi yang sehat.

 

Kontribusi Nyata Bisa Dimulai dari Dunia Maya

Siapa bilang menjadi warga negara yang berkontribusi harus selalu turun ke jalan? Generasi Z memiliki kekuatan luar biasa di genggaman tangannya. Kita bisa menggalang dana untuk korban bencana melalui platform donasi online, menandatangani petisi untuk isu lingkungan, atau bahkan membuat konten edukatif yang menyebarkan semangat toleransi dan persatuan. Aksi-aksi kecil seperti ini, jika dilakukan secara kolektif, memiliki dampak yang sangat besar dan menunjukkan bahwa patriotisme di era modern bisa diwujudkan melalui klik yang bermakna.

 

Penutup

Pada akhirnya, kewarganegaraan di abad ke-21 memiliki dua wajah: dunia nyata dan dunia digital. Keduanya sama pentingnya. Sudah saatnya generasi Z tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produsen kebaikan di dunia maya.

Mari kita gunakan kecakapan digital yang kita miliki untuk membuktikan bahwa kita adalah generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak dalam bernegara. Karena warganet yang cerdas akan menciptakan negara yang kuat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

 

Penulis : Isdayanti Putri (Prodi PGSD)

Baca Lainnya

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Kajian Akademisi Soroti Lemahnya Daya Ikat Inbup Ritel Sumbawa, Berpotensi Bertentangan dengan Perda

29 January 2026 - 12:53 WIB

Negara Kehilangan Nurani: Nakes dan Guru Terpinggirkan oleh Kebijakan Instan

23 January 2026 - 20:51 WIB

Krisis Ekologi Pesisir Jawa Tengah: Perspektif Keadilan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat

15 January 2026 - 12:04 WIB

Aktivis Aditia Nilai TPP Ada Hal Konyol

8 January 2026 - 10:35 WIB

Pandeglang sebagai Ruang Belajar, Rantau yang Membentuk Kesadaran, Relasi, dan Karakter Mahasiswa Maluku

3 January 2026 - 19:58 WIB

Trending di Opini