Menu

Mode Gelap
 

Silaturahmi PP Muhammadiyah dan PBNU, Kuatkan Persatuan dan Peran Kebangsaan

- Nusakata

22 Aug 2025 08:41 WIB


					Photo: Silaturahmi Ketum PP Muhammadiyah dengan Ketua PBNU (dok: Ist). Perbesar

Photo: Silaturahmi Ketum PP Muhammadiyah dengan Ketua PBNU (dok: Ist).

NUSAKATA.COM – Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kembali menunjukkan soliditas kebangsaan. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melakukan silaturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 103, Yogyakarta, Rabu (20/8/2025).

Masyarakat pun menilai bahwa pertemuan yang berlangsung hangat itu menegaskan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam menjaga arah kebangsaan Indonesia di tengah dinamika global. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menekankan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi Muhammadiyah dan NU.

“Merekatkan kembali ukhuwah antar-ormas yang telah teranyam dalam babak sejarah panjang bangsa adalah jalan yang fardhu ditaukîd, melalui konsensus yang berdampak nyata bagi tegaknya negara-bangsa yang beradab, bahkan bagi kemaslahatan seluruh alam. Inilah ikhtiar yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Gus Yahya.

Sementara itu, Haedar Nashir menegaskan bahwa silaturahmi PP Muhammadiyah dan PBNU bukanlah hal baru, melainkan tradisi yang terus dirawat sebagai teladan bagi umat di akar rumput.

“Selama ini PP Muhammadiyah dengan PBNU sudah sering bertemu untuk saling bersilaturahmi, dan menjalin persaudaraan sesama ormas Islam besar di Republik ini,” jelas Haedar.

Haedar juga mengingatkan bahwa kekuatan umat Islam sangat ditentukan oleh soliditas ukhuwah. Apalagi, di era media sosial yang penuh arus informasi bebas, umat berisiko terbelah jika tidak mengedepankan persatuan.

“Umat Islam tidak akan kuat dan maju jika tidak memupuk dan memperkuat ikatan ukhuwah, lebih-lebih di era medsos yang sangat bebas,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kelemahan ormas keagamaan akan berdampak langsung pada kondisi bangsa.

“Jika Muhammadiyah, NU, maupun ormas kebangsaan lainnya lemah, maka bangsa Indonesia pun akan ikut melemah. Di sinilah posisi dan peran strategis ormas keagamaan di Indonesia yang perlu dijaga dan diperkuat bersama,” pungkas Haedar. (Dewa).

Baca Lainnya

Kecamatan Patia Dilanda Banjir, Ribuan Rumah Terendam

12 January 2026 - 19:38 WIB

Dialog HMI Pandeglang Berjalan Lancar Di Hadiri Oleh Dua Anggota DPR RI Dapil Banten I (Satu)

11 January 2026 - 22:38 WIB

Menjaga Kekompakan: PMII Komisariat STIT Al-Khairiyah Masa Khidmat 2025–2026 Resmi Dilantik

11 January 2026 - 10:37 WIB

Mobil Melintang Ditengah Jalan Terguling Tak Kuat Menanjak

8 January 2026 - 11:48 WIB

Terlilit Utang Aset Kripto Sampai Bunuh Anak Politikus PKS

5 January 2026 - 19:36 WIB

Alasan Di Silpakan, Informasi Yang Dihimpun Senin Atau Kamis Dibagikan BLT DD Desa Salapraya

4 January 2026 - 20:14 WIB

Trending di Daerah