Menu

Mode Gelap
 

Ratusan Massa Aliansi Yang Tergabung Dalam Rampas Melakukan Unjuk Rasa Di Depan RSUD Malimping Dan Alun-Alun

- Nusakata

4 Jan 2024 17:59 WIB


					Ratusan Massa Aliansi Yang Tergabung Dalam Rampas Melakukan Unjuk Rasa Di Depan RSUD Malimping Dan Alun-Alun Perbesar

LEBAK – Aksi unjuk rasa besar-besaran ratusan masa aliansi yang tergabung dalam Rakyat Mahasiswa Pemuda dan Santri. (Rampas) di depan RSUD Malimping dan alun-alun Malingping terkait pelayanan yang tidak menyenangkan oleh oknum perawat di RSUD Malimping, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak-Banten, kamis ( 4 Januari 2024)

 

Aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh Rakyat Mahasiswa Pemuda dan Santri ( Rampas). Tujuannya untuk menindak lanjuti perlakuan tidak menyenangkan yang di alami oleh pasien balita berumur 1 tahun, yang sedang di rawat di RSUD Malingping.

Aceng Murtado selaku kordinator aksi dalam orasinya Mengatakan, bahwa aksi ini merupakan bentuk simpatisan, dan kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Malingping.

 

Lanjut Aceng menegaskan,” Kami sebagai perwakilan masyarakat sangat kecewa atas perlakuan oknum perawat yang sudah memperlakukan pasien balita berumur 1 tahun dengan tindakan yang tidak sepantas nya atau buruk dan kami menuntut oknum perawat RSUD Malingping yang membiarkan pasien yang masih balita dalam kondisi kesakitan segara di pecat, kami juga meminta dengan tegas agar pihak rumah sakit Malingping untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pasien yang berobat dan jangan sampai kejadian itu terulang lagi,” pungkasnya

Sementara kordinator aksi Repi Rizal mengatakan bahwa Aliansi RAMPAS menilai tidak ada keseriusan dari pihak RSUD Malingping, untuk meyelesaikan permasalahan terkait pelayanan tidak menyenangkan yang di lakukan oknum perawat di RSUD Malingping tersebut.

 

Repi mengatakan bahwa pihak RSUD Malingping sempat menemui keluarga pasien, akan tetapi menurutnya pihak RSUD Malingping mengesampingkan keluhan keluarga pasien.

 

Lanjut repi, menurutnya pihak RSUD Malingping mengesampingkan keluhan keluarga pasien dan malah meminta video Call klarifikasi yang langsung di tolak oleh keluarga pasien.

 

Lebih lanjut pada saat aksi dilakukan pihak RSUD Malingping justru berbelit-belit dan menanggapi permasalah dan tuntutan, yang disampaikan massa aksi, bahkan ketika membuat pernyataan tertulis isinya malah berbeda dari apa yang dibicarakan sebelumnya bersama aksi,”ucap Repi.

 

Di tempat yang sama humas aksi demo Nurdin turut mengutarakan, aliansi yang tergabung atau yang mengatas namakan RAMPAS akan melanjutkan aksi lanjutan, yang akan di gelar di dinas kesehatan provinsi Banten dalam waktu dekat, karan pihak nya kecewa terhadap pihak RSUD Malingping.

 

“Kami akan melakukan aksi lanjutan ke Dinas kesehatan provinsi Banten, selain untuk menuntut oknum perawat tersebut agar di pecat dan kami juga menuntut PLH Direktur RSUD Malingping di copot, serta manajemen RSUD Malingping di evaluasi dan di tugaskan dari jabatannya masing-masing itu yang menjadi tuntutan kami,” tegas Nurdin. (K.san)

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN Dorong UMKM Desa Jagabaya Naik Kelas Lewat Strategi Digital Marketing Berkelanjutan

22 January 2026 - 21:52 WIB

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok VI Desa Jagabaya, Kecamatan Warungunung, Kabupaten Lebak menggelar Workshop Digital Marketing bertema “Strategi Digital Marketing Efektif untuk Meningkatkan Penjualan di Era Digital”, Senin (19/1/2026).

Viral, Jalan Rabat Beton Menuju Sawah Rapuh Dan Tambal Sulam

22 January 2026 - 20:32 WIB

Penantian Panjang Terwujud, Bupati Dompu Serahkan Simbolis Lima Ribuan SK PPPK Paruh Waktu

21 January 2026 - 14:37 WIB

Sidang Senat Terbuka Dalam Rangka Yudisium Dan Wisuda Program Sarjana Dan Magister

21 January 2026 - 01:55 WIB

Penilaian SKP ASN Disorot, Pemuda Muhammadiyah SBB Desak Bupati Evaluasi Tim Penilai

20 January 2026 - 20:20 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menyoroti proses penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten SBB yang dinilai tidak berjalan objektif dan berpotensi merugikan aparatur secara administratif.

Aktivis Soroti Musyawarah Panitia PTSL dengan Warga, Dinilai Siasat Tutupi Pengembalian Dana

17 January 2026 - 13:04 WIB

Trending di Daerah