Menu

Mode Gelap
 

Tradisi Qunutan Dipertengahan Bulan Ramadhan Diwilayah Pandeglang Banten

- Nusakata

15 Mar 2025 07:00 WIB


					Tradisi Qunutan Ketupat Dibulan Suci Ramadhan (Gambar/Ilustrasi/Ist) Perbesar

Tradisi Qunutan Ketupat Dibulan Suci Ramadhan (Gambar/Ilustrasi/Ist)

NUSAKATA.COM – Memasuki pertengahan Ramadan, tepat pada hari ke-15 puasa, warga Kampung Karyamulya di Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengadakan tradisi qunutan dengan menyajikan hidangan khas berupa ketupat dan lepat (leupeut).

Tradisi ini merupakan ungkapan syukur umat Islam karena telah berhasil menjalankan puasa setengah bulan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Setiap keluarga menyiapkan ketupat di rumah mereka yang kemudian dibawa ke masjid. Sebelum pelaksanaan salat terawih, ketupat tersebut juga dibagikan kepada sesama warga.

Pelaksanaan tradisi ngupat atau qunutan yang sudah diwariskan turun-temurun dimulai sesaat setelah sahur, sekitar pukul 04.00 WIB. Warga menyiapkan cangkang ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda dan mengisinya dengan beras.

Kemudian, pada pukul 07.00 WIB, puluhan kantong ketupat direbus menggunakan wajan besar di atas tungku yang menggunakan kayu bakar.

Metode perebusan ini memberikan cita rasa khas sehingga ketupat terasa lebih lezat dan memiliki ketahanan yang lebih lama.

Salah satu warga, Enah, menjelaskan bahwa ketupat yang telah dimasak dibawa ke masjid untuk didoakan sebelum salat terawih.

Setelah itu, ketupat disalurkan kepada warga sekitar dan sebagian lagi diberikan kepada sanak saudara serta tetangga.

“Dibawa ke masjid untuk didoakan, lalu disedekahkan kepada warga sekitar dan dibagikan ke saudara,” ujar Enah saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (15/3/2025).

Enah menambahkan bahwa tradisi qunutan ini telah ada sejak zaman nenek moyangnya dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Ia juga menyebutkan bahwa ketupat biasanya disajikan bersama sayur, sambal, dan bumbu kacang, sehingga semakin nikmat disantap bersama keluarga.

“Ketupat dengan kuah sayur dan sambal kacang, rasanya lebih enak,” pungkasnya.

Dengan demikian, tradisi qunutan tidak hanya menjadi wujud syukur atas keberhasilan menjalankan puasa, tetapi juga berperan dalam menjaga kehangatan dan kebersamaan antarwarga. ***

Baca Lainnya

UKM TIKOM Cetak Jurnalis Muda Lewat Pelatihan Jurnalistik Dasar di Pandeglang

13 February 2026 - 06:24 WIB

PSHT Cabang Pandeglang Gelar UKT Sabuk Hijau ke Putih di Lapangan Kodim 0601

10 February 2026 - 09:34 WIB

Angkat Peran Perempuan, KOPRI STAI KH. Abdul Kabier Gelar Sekolah Islam Gender VII

7 February 2026 - 09:39 WIB

Trauma Heeling SD IT Al Marhamah Pasca Banjir Bersama Al-Qur’an

4 February 2026 - 18:26 WIB

Wujud Kepedulian, Bidpropam Polda Banten Kunjungi Ponpes An-Nuroniah Dan Berikan Santunan

29 January 2026 - 13:19 WIB

Guna Tertib Administrasi: KOPRI PMII Komisariat STIT Al-Khairiyah Mengadakan Kajian Administrasi

28 January 2026 - 09:42 WIB

Trending di Seni & Budaya