Menu

Mode Gelap
 

Perjuangan Seorang Ibu Hamil Rela Ditandu Perjalanan Jauh Saat Melahir Hingga Anaknya Meninggal

- Nusakata

1 Apr 2024 18:55 WIB


					Perjuangan Seorang Ibu Hamil Rela Ditandu Perjalanan Jauh Saat Melahir Hingga Anaknya Meninggal Perbesar

Sumbawa,(NNC) – Di Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, kab.Sumbawa ibu Susi Wulandari, seorang warga Desa Senawang A, menghadapi tantangan besar dalam mengakses pelayanan kesehatan yang tepat saat akan melahirkan lantaran akses jalan jauh. 1/4/2024

Desa tersebut mengalami kekurangan fasilitas yang memadai dan minimnya transportasi, sehingga ibu Susi harus menghadapi perjalanan yang sulit dan jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Ibu Susi Wulandari, yang sedang hamil tua, membutuhkan pelayanan kesehatan yang tepat saat akan melahirkan.


Baca Juga | Ratusan Aksi Massa Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Nusantara Unjuk Rasa di Bundaran Sampali Warga, Warga Masyarakat Minta Kesempatan Memiliki Tanah


Namun, Desa Senawang A mengalami kekurangan fasilitas kesehatan yang memadai dan minimnya transportasi lantaran akses jalan jauh karena desa pelosok jauh dari pusat kesehatan.

Masyarakat setempat dengan penuh kepedulian menempatkan ibu Susi di atas tandu dan membawanya menuju Puskesmas Kecamatan Orong Telu, yang berada di Desa Sebeok.

Perjalanan dari Desa Senawang A ke Puskesmas memakan waktu sekitar 2 jam jika menggunakan sepeda motor atau sepeda, dan sekitar 4 jam jika dilakukan dengan berjalan kaki.

Ibu hamil ditandu

Setibanya di Puskesmas, ibu Susi segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di Kabupaten Sumbawa, dengan jarak tempuh sekitar 4 jam menggunakan kendaraan roda empat, seperti ambulans.

Berkat kekompakan masyarakat dan kerja keras  ibu Bidan SRI YULIA PERTIWI,AM.d K.eb , berhasil mendapatkan perawatan yang diperlukan di RSUD. Meskipun menghadapi perjalanan yang sulit, ibu Susi berhasil melahirkan dengan lancar.

Akan tetapi, selang beberapa waktu berjalan, bayi yang sudah keluar naas sampai meninggal dunia dilokasi tempat saat melahirkan atau di RSUD wilayah sumbawa.

Dalam situasi yang sulit ini,  SRI YULIA PERTIWI,AM.d K.eb selaku bidan yang bertugas di desa senawang A memohon kepada para stakeholder untuk memperhatikan kondisi di desa-desa terpencil seperti Desa Senawang A.


Baca Juga | Maraknya Kecurangan penjualan BBM, Rutin Polres Dompu Pantau Di SPBU


Karena kejadian seperti ini bukan hanya satu atau dua kali  melainkan berkali-kali terjadi Ia menyoroti kekurangan fasilitas yang memadai dan minimnya transportasi yang menjadi hambatan utama bagi ibu-ibu yang sedang hamil tua dan akan segera melahirkan.

Dengan suara yang penuh harap, ia berharap agar perhatian dan langkah-langkah konkret dapat diambil untuk memperbaiki kondisi ini.

Perbaikan fasilitas kesehatan dan transportasi yang lebih baik akan memastikan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang tepat bagi ibu-ibu di daerah terpencil seperti Desa Senawang A. (Doni Saputra)

Baca Lainnya

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Isi Surat Yang Dibuat Untuk Orang Tua, Polisi Dalami Bullying

5 February 2026 - 05:11 WIB

Moveinesia Tegaskan Posisi Polri di Bawah Presiden Adalah Amanat Reformasi

30 January 2026 - 16:27 WIB

Perselisihan dengan Warga, Perilaku Anggota DPRD Banten Dinilai Menodai Martabat Lembaga

15 January 2026 - 19:14 WIB

Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Perkuat Arah Kebijakan Akademik Universitas Samawa

11 January 2026 - 00:25 WIB

Anggota DPRD Banten Adu Mulut dengan Massa Aksi Tuntutan Perbaikan Jalan di KP3B

10 January 2026 - 11:42 WIB

Trending di Nasional