Menu

Mode Gelap
 

Momentum Hari Lahir Pancasila: Bebaskan 6 Aktivis Cipayung Wujud Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

- Nusakata

1 Jun 2025 12:08 WIB


					Aktivis PMII Saat Aksi Unjuk Rasa (Dok/ist) Perbesar

Aktivis PMII Saat Aksi Unjuk Rasa (Dok/ist)

NUSAKATA.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan hanya seremonial semata. Melainkan menjadi momen reflektif untuk menilai sejauh mana nilai-nilai luhur Pancasila telah diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai seperti keadilan sosial, kemanusiaan, serta musyawarah dan kebijaksanaan seharusnya menjadi landasan dalam setiap kebijakan pemerintah, aparat penegak hukum, maupun tindakan masyarakat sipil. Namun, realita terkini menunjukkan adanya paradoks dalam penerapan nilai-nilai tersebut.

Salah satu peristiwa yang mencederai semangat keadilan adalah penahanan enam aktivis Cipayung Cabang Bima pasca aksi damai yang menuntut percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Aksi ini merupakan bentuk aspirasi sah mahasiswa dan pemuda terhadap pembangunan daerahnya, sesuai dengan hak yang dijamin oleh konstitusi.

Namun, dalam dinamika aksi yang penuh tekanan emosional, terjadi insiden tak terduga yang berujung pada kerusakan fasilitas negara. Perlu digarisbawahi bahwa peristiwa tersebut bukan tindakan yang direncanakan, melainkan reaksi spontan dalam situasi massa yang tidak terkendali.

Ironisnya, justru para aktivis ini dengan cepat ditetapkan sebagai tersangka, tanpa proses klarifikasi yang proporsional.

Lebih mengkhawatirkan, terdapat dugaan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari skenario yang melibatkan unsur pemda dan aparat, yang semestinya mengantisipasi potensi gesekan dalam aksi dengan melakukan sterilisasi lokasi.

Namun faktanya, mobil dinas justru berada di tengah massa aksi, sehingga memicu reaksi yang berujung pada tuduhan kriminalisasi terhadap mahasiswa.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa kasus-kasus yang menyentuh jeratan korupsi, narkotika, dan kejahatan berat lainnya berjalan lamban bahkan mandek, sementara aktivis mahasiswa yang menyuarakan keadilan cepat diproses hukum?

Mahasiswa bukan penjahat. Mereka tidak mencuri, tidak korupsi, tidak menyakiti siapa pun. Mereka hanya menyampaikan aspirasi demi masa depan daerahnya. Bukankah ini justru perwujudan dari semangat Pancasila itu sendiri?

Kami menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan Kepolisian Resor Bima untuk mempertimbangkan kasus ini dengan bijaksana dan adil. Enam aktivis tersebut masih menempuh pendidikan, masih ingin belajar, dan masih memiliki masa depan yang panjang. Jangan biarkan langkah mereka terhenti karena ketidakadilan hukum.

Semoga melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, kita semua baik itu tataran  pemerintah, aparat, dan masyarakat bisa merefleksikan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi bangsa ini. Saatnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai kenyataan.

 

Bebaskan 6 Aktivis Cipayung Bima!

Hidup Mahasiswa

Hidup Rakyat Indonesia

Salam Pergerakan

Tangan Terkepal dan Maju Kemuka

 

Oleh : Hendro Aljamis, (Ketua Umum PC PMII Sumbawa)

Baca Lainnya

IPNU Pandeglang Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG, Cegah Pengurangan Porsi dan Kualitas

28 February 2026 - 17:31 WIB

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Tekan Narkoba dan Bullying, FH UNSA–Polres Sumbawa Edukasi Pelajar SMAN 1 Moyo Utara

11 February 2026 - 15:16 WIB

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Trending di Nasional