Menu

Mode Gelap
 

Menyambut Tahun Baru 2025 : Rakyat Bahagia Atau Malah Sengsara

- Nusakata

1 Jan 2025 08:08 WIB


					Menyambut Tahun Baru 2025 : Rakyat Bahagia Atau Malah Sengsara Perbesar

Nusakata.com – Tahun baru membawa harapan baru. Malam pergantian tahun selalu menjadi momen yang dinantikan banyak orang.

Suara ledakan kembang api dan derai sorak-sorai mengiringi detik-detik terakhir tahun lama, sebelum berganti menjadi tahun baru yang penuh dengan impian dan cita-cita.

Bagi sebagian orang, tahun baru berarti memulai kembali dari nol, meninggalkan kenangan pahit dan kegagalan masa lalu. Bagi yang lain, tahun baru adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memperkuat hubungan, dan mengejar mimpi yang tertunda.

Namun bagaimana nasib rakyat indonesia seluruhnya, akankah bahagia atau malah sengsara?

Rencana program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

akan dilaksanakan diawal tahun baru ini yaitu pada 2 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi seimbang, serta mendukung kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini akan menjangkau 82 juta orang di Indonesia, dengan 44 juta di antaranya merupakan anak usia sekolah dan santri. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun ke depan, dimulai dengan 40% pada tahun 2025, 80% pada tahun 2026, dan ditargetkan mencapai 100% pada tahun 2029.

Dengan adanya program ini tentu harusnya rakyat bahagia karena asupan nutrisi bagi anak akan mulai diperhatikan pemerintah secara menyeluruh. Namun masih ada beberapa hal yang bisa membuat rakyat sengsara di tahun 2025 ini yaitu dengan adanya kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mulanya dari 11% menjadi 12%.

Tepat pada tanggal 31 Desember 2024 Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemberlakuan tarif PPN 12% akan dimulai pada 1 Januari 2025. Kita ketahui sejauh ini banyak sekali polemik atau penolakan dari masyarakat terkait kenaikan tarif PPN yang mana bisa memberikan banyak sekali dampak pada sektor ekonomi.

Jadi bagaimana 2025 bagi rakyat Indonesia, akankah pemerintah lebih peduli pada permasalagan atau malah tetap fokus pada tujuan?. Pemerintah harus menyeimbangkan kebijakan ekonomi dan sosial untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.

 

Penulis : Refal

Baca Lainnya

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Retreat Bupati Serang Dinilai Menghina Guru PPPK Paruh Waktu

16 February 2026 - 09:24 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Pemerintah dan Tokoh Agama Negeri Tumalehu Barat Sepakati Awal Ramadhan 17 Februari 2026

15 February 2026 - 14:44 WIB

Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

13 February 2026 - 04:33 WIB

Bagian Agenda Muktamar XXI, PBMA Launching Program Sertifikasi 1.000 Da’i Mathla’ul Anwar

11 February 2026 - 20:12 WIB

Trending di News