NUSAKATA.COM – Sekelompok mahasiswa bersama warga Desa Rancapinang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang. Pada Senin, 23 September 2025. Aksi tersebut berlangsung tertib dan kondusif.
Aksi ini dipicu oleh persoalan lahan garapan yang selama ini dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Lahan tersebut kini diklaim oleh Kementerian Pertahanan melalui Sertifikat Hak Pakai (SHP) Nomor 1 Tahun 2012.
Tak hanya itu, area yang disengketakan saat ini juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni pembangunan Batalyon TP 842/BS Kesatria Jawara Pandeglang.
Akibatnya, masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian kini kehilangan akses terhadap lahan mereka karena telah digusur untuk pembangunan batalyon yang masih berlangsung.
Salah satu peserta aksi mengungkapkan kesedihannya kepada awak media.
“Iya pak, kami mau bagaimana lagi? Satu-satunya mata pencaharian kami di sana sekarang sudah tidak bisa digarap lagi, gara-gara pembangunan batalion itu,” Keluhnya.
Para demonstran berharap agar pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan menyelesaikan konflik ini secara adil, terbuka, dan bermartabat. Mereka mengingatkan agar penderitaan masyarakat kecil di wilayah ujung Pandeglang ini tidak diabaikan.
“Kami hanya ingin hidup tenang, menggarap tanah kami sendiri, dan membesarkan anak cucu tanpa rasa takut,” ujar salah satu warga. ***





