NUSAKATA.COM – KH Zulfa Mustofa memberikan klarifikasi terkait kondisi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang belakangan menjadi perbincangan. Ia menegaskan bahwa NU tidak sedang mengalami konflik internal, melainkan sedang menjalankan mekanisme penegakan disiplin organisasi.
Ia menepis berbagai narasi yang beredar di media sosial dengan menekankan bahwa tidak ada pertentangan di tubuh NU. Menurutnya, yang terjadi adalah penerapan aturan organisasi terhadap individu tertentu.
Pernyataan itu disampaikan saat ia memberikan sambutan dalam agenda Tindak Lanjut Hasil Keputusan Rapat Pleno yang digelar secara daring bersama pengurus NU tingkat wilayah dan cabang, sebagaimana dikutip dari NU Online, Kamis (11/12/2025).
Sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU yang ditetapkan melalui Rapat Pleno di Hotel Sultan Jakarta, KH Zulfa menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi dan soliditas organisasi.
“Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi berbagai bentuk layanan NU, baik di bidang keagamaan maupun sosial,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh khidmah NU, mulai dari layanan pendidikan keagamaan seperti sekolah dan madrasah hingga kegiatan sosial, termasuk keterlibatan NU dalam penanggulangan bencana di Sumatra, harus segera diaktifkan kembali dan dilaksanakan sesuai arahan PBNU.
Dalam kesempatan itu, KH Zulfa juga menegaskan bahwa NU pada dasarnya merupakan organisasi keulamaan. Ia menilai peran syuriyah bersifat fundamental, sedangkan struktur tanfidziyah dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan organisasi.
Ia berharap NU dapat kembali menunjukkan kepada masyarakat bahwa organisasi telah berjalan normal di bawah kepemimpinan Rais ‘Aam PBNU.
Lebih lanjut, KH Zulfa mengungkapkan rencana pelaksanaan Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah guna menyusun kembali format kepengurusan menjelang Muktamar ke-35.
“Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung PBNU,” ungkapnya. Sabtu, (13/12/2025).
Ia juga mengimbau seluruh elemen NU agar menjalankan aktivitas organisasi dan khidmah jam’iyyah secara wajar serta tetap menjalin koordinasi dengan PBNU dalam menghadapi berbagai persoalan.
Terkait persiapan Muktamar ke-35, KH Zulfa menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan proses tersebut secara profesional, jujur, adil, dan berintegritas, serta bertekad menjauhkan praktik politik uang dari pelaksanaan Muktamar. ***





