Menu

Mode Gelap
 

Ketua IPNU Bireuen: Diamnya Bupati Isyaratkan Restu atas Penyerobotan Tanah Adat di Peudada

- Nusakata

18 Jul 2025 16:30 WIB


					Foto : Ketua IPNU Bireuen Perbesar

Foto : Ketua IPNU Bireuen

NUSAKATA.COM –  Dugaan penyerobotan tanah adat di Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, menuai kecaman keras dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bireuen. Melalui pernyataan resmi, Ketua PC IPNU Bireuen, Khairul Amri, menyoroti sikap pasif Bupati Bireuen yang dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran hak masyarakat adat. Kamis, (17/7/2025)

Tanah adat bukan sekadar lahan, melainkan identitas, harga diri, dan sumber kehidupan masyarakat yang telah dijaga turun-temurun,” tegas Khairul Amri. “Penyerobotan atas nama investasi atau kepentingan segelintir elit adalah bentuk ketidakadilan yang tidak bisa ditoleransi.”

Konflik Agraria di Peudada dan Ancaman Terhadap Hak Adat

Khairul menjelaskan bahwa masyarakat adat di Kecamatan Peudada telah lama hidup selaras dengan alam, memelihara tanah warisan leluhur berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul indikasi aktivitas penguasaan lahan secara sepihak oleh pihak-pihak yang tidak memiliki legitimasi dari masyarakat setempat.

“Kami melihat ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap tanah rakyat. Jika ini terus dibiarkan, maka konflik horizontal bisa meletus, dan kerusakan lingkungan akan menjadi ancaman nyata,” lanjutnya.

IPNU Minta Bupati Bireuen Bertindak Tegas

IPNU Bireuen menuntut agar Bupati Bireuen segera mengambil langkah konkret, turun ke lapangan, mengusut dugaan pelanggaran, dan memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat adat.

> “Ketika pemimpin diam terhadap ketidakadilan, itu adalah bentuk kejahatan pasif. Dan pembiaran adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” ujar Khairul lantang.

Organisasi pelajar NU ini juga menegaskan bahwa menjaga tanah adat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

“Ini bukan hanya soal sebidang tanah. Ini soal warisan budaya, martabat masyarakat adat, dan masa depan generasi Kabupaten Bireuen. Kami, IPNU Bireuen, tidak akan tinggal diam,” tutup Khairul.

Baca Lainnya

Aktivis Soroti Dugaan Anggaran Pemeliharaan SDN 3 Keusik Tahun 2025

3 February 2026 - 12:10 WIB

Wakil Bupati Lahat Sambangi Korban Rumah Roboh Akibat Angin Kencang

31 January 2026 - 23:52 WIB

Fasilitas Air Di Ruang Rawat Inap RSUD Malingping Terganggu, Pasien Keluhkan Kendala Sanitasi

31 January 2026 - 16:01 WIB

Pemkab Lahat Melalui BKPSDM Kab. Lahat Menerima Penghargaan Dari Gubernur Sumatera Selatan

30 January 2026 - 19:06 WIB

Menerima Penghargaan Sebagai Pemerintah Daerah Dengan Implementasi 100% SIPD RI Online 

30 January 2026 - 14:19 WIB

Fakultas Hukum Universitas Samawa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026/2027

29 January 2026 - 20:25 WIB

Trending di Daerah