NUSAKATA.COM – Bencana banjir yang melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, semakin menimbulkan kekhawatiran.
Frekuensi banjir yang terus meningkat mendorong Kepala Desa Idaman, Ilman, meminta pemerintah segera membangun tanggul di sepanjang Sungai Cilemer sebagai solusi penanganan jangka panjang.
Ilman menilai keberadaan tanggul sangat mendesak untuk mengurangi risiko banjir yang kini tidak lagi terjadi setahun sekali.
“Setiap hujan deras di wilayah hulu, Sungai Cilemer kerap meluap hingga menggenangi permukiman warga,” ujarnya. Senin, (12/1/2026).
Ia menyebutkan, banjir saat ini sudah menjadi kejadian yang berulang hampir setiap kali hujan deras turun. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat.
Desa Idaman memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan banjir di Kabupaten Pandeglang. Dalam dua pekan terakhir, wilayah ini telah dua kali terendam banjir.
“Sehingga memperberat beban warga yang masih berusaha memulihkan diri dari dampak banjir sebelumnya,” ungkapnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian. Sepanjang tahun 2025, Desa Idaman tercatat mengalami banjir hingga lima kali.
“Akibat genangan yang berlangsung cukup lama, banyak lahan persawahan terendam dan menyebabkan tanaman padi puso serta gagal panen,” imbuhnya.
Ilman menegaskan bahwa kerugian yang dialami warga tidak hanya pada harta benda, tetapi juga pada lahan pertanian dan hasil panen. Banyak petani terpaksa menelan kerugian akibat sawah mereka terendam dalam waktu lama.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dengan merealisasikan pembangunan tanggul Sungai Cilemer.
Menurutnya, pembangunan tanggul merupakan solusi paling efektif untuk melindungi permukiman serta lahan pertanian warga dari ancaman banjir yang terus berulang.
“Dengan adanya tanggul, kami berharap masyarakat dapat hidup lebih aman dan tenang,” tutupnya. ***





