NUSAKATA.COM – Kesabaran GP Ansor Kota Tangerang diklaim telah mencapai batas akhir. Organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar di depan Polres Metro Kota Tangerang akibat lambannya penanganan kasus dugaan persekusi yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan hukum.
Ketua Umum GP Ansor Kota Tangerang, H. Midyani, S.H., M.Kn., secara terbuka menilai Polres Metro Kota Tangerang tidak menunjukkan keseriusan dalam menegakkan hukum. Ia menyebut berbagai upaya komunikasi dan permintaan klarifikasi telah berulang kali dilakukan, namun tidak pernah diikuti dengan langkah konkret.
“Kami lelah dengan janji-janji. Sudah berbulan-bulan berlalu tanpa kepastian. Jika aparat hanya pandai berjanji tanpa bekerja, maka kami siap turun ke jalan. Ini bukan ancaman, melainkan peringatan keras,” ujar Midyani kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa kasus persekusi bukan persoalan ringan. Pembiaran terhadap tindakan main hakim sendiri dinilai sebagai kegagalan negara dalam menjamin rasa aman bagi warganya.
Sikap pasif aparat, menurut GP Ansor, justru berpotensi menumbuhkan ketakutan serta menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di Kota Tangerang.
“Jika persekusi saja dibiarkan, lalu di mana jaminan keamanan bagi masyarakat? Jangan sampai hukum hanya tegas kepada rakyat kecil, tetapi melemah ketika benar-benar diuji,” lanjutnya.
GP Ansor Kota Tangerang memastikan rencana aksi bukan sekadar ancaman. Saat ini konsolidasi internal tengah dilakukan, dan ribuan kader disebut siap dikerahkan apabila Polres Metro Kota Tangerang tidak segera menyampaikan kepastian hukum secara terbuka, jelas, dan profesional.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional sebagai bentuk tuntutan atas tanggung jawab aparat penegak hukum yang dinilai mengabaikan prinsip keadilan.
“Kami berpihak kepada korban. Negara tidak boleh tunduk pada premanisme dan praktik persekusi. Jika hukum terus dipermainkan, kami akan mengingatkan dengan cara kami,” tegas Midyani.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Kota Tangerang belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penanganan kasus persekusi yang dimaksud maupun rencana aksi demonstrasi dari GP Ansor Kota Tangerang. Seperti dikutif nusakata.com, Jum’at, (30/1/2026).
GP Ansor menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata berupa penetapan hukum yang jelas, aksi turun ke jalan akan menjadi bentuk perlawanan terbuka terhadap pembiaran dan ketidakadilan dalam penegakan hukum. ***





