Menu

Mode Gelap
 

GP Ansor Pandeglang Kecam Wacana Anggaran Makan dan Minum Rp8,4 Miliar, Dorong Realokasi untuk Kepentingan Publik

- Nusakata

27 Feb 2026 01:18 WIB


					Wakil Ketua GP Ansor Pandeglang Mahmudin, kecam keras terhadap wacana anggaran makan dan minum (mamin) di lingkungan DPRD dan Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang yang disebut mencapai Rp8,4 miliar. Dok (Ist). Perbesar

Wakil Ketua GP Ansor Pandeglang Mahmudin, kecam keras terhadap wacana anggaran makan dan minum (mamin) di lingkungan DPRD dan Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang yang disebut mencapai Rp8,4 miliar. Dok (Ist).

NUSAKATA.COM – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pandeglang menyampaikan kecaman keras terhadap wacana anggaran makan dan minum (mamin) di lingkungan DPRD dan Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang yang disebut mencapai Rp8,4 miliar. (26/02/26).

GP Ansor menilai alokasi anggaran dalam jumlah besar untuk konsumsi internal lembaga pemerintah tersebut tidak sensitif terhadap kondisi fiskal daerah saat ini. Di tengah keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), masih banyak kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang belum terpenuhi.

Wakil Ketua GP Ansor Pandeglang, Mahmudin, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan masyarakat.

“Di saat masyarakat masih menghadapi jalan rusak, jembatan desa yang membutuhkan perbaikan, sekolah yang perlu rehabilitasi, serta tenaga P3K yang masih menunggu haknya, alokasi miliaran rupiah untuk konsumsi sangat tidak tepat,” tegasnya.

Menurut GP Ansor, anggaran sebesar Rp8,4 miliar seharusnya dapat memberikan dampak signifikan apabila dialihkan untuk kepentingan publik.

Jika direalokasikan, anggaran tersebut berpotensi digunakan untuk:

Membangun atau merehabilitasi 4–8 kilometer jalan desa

Memperbaiki gedung sekolah rusak ringan hingga sedang

Membangun atau memperbaiki jembatan desa

Mendukung pembayaran honor tenaga P3K

“Rp8,4 miliar bukan angka kecil. Jika dialokasikan dengan tepat, ini dapat mengubah wajah pembangunan di beberapa wilayah sekaligus,” tambah Mahmudin.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap akuntabilitas publik, GP Ansor Pandeglang menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

Transparansi penuh terhadap rincian anggaran makan dan minum

Evaluasi serta rasionalisasi belanja operasional non-prioritas

Realokasi anggaran ke sektor pembangunan dan pelayanan publik

GP Ansor menegaskan bahwa kritik ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Kami menolak pemborosan di tengah kesulitan rakyat. Pemerintah daerah harus menunjukkan empati melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada pembangunan dan pelayanan publik,” tutupnya.

Baca Lainnya

Penyidik Polres Sumbawa Diminta Profesional dan Transparan Dalam Tahap P21

26 February 2026 - 17:33 WIB

Dinilai Gagal Benahi Manajemen, Aktivis Desak Plt Dirut RSUD Malingping Segera Mundur

23 February 2026 - 10:39 WIB

Pemerintah dan Tokoh Agama Negeri Tumalehu Barat Sepakati Awal Ramadhan 17 Februari 2026

15 February 2026 - 14:44 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Datang Berobat, Kartu Tak Aktif: IMM Unpatti Desak Negara Bertanggung Jawab

12 February 2026 - 16:15 WIB

Orang Tua Dan Saksi-Saksi Korban Bocah SD Kecelakaan Dipanggil Polres

11 February 2026 - 18:11 WIB

Trending di Daerah