Menu

Mode Gelap
 

Global Sumud Flotilla Tetap Berlayar Meski Diintimidasi Zionis Israel

- Nusakata

11 Sep 2025 20:39 WIB


					Global Sumud Flotilla Tetap Berlayar Meski Diintimidasi Zionis Israel Perbesar

NUSAKATA.COM – Puluhan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Armada Global Sumud Flotilla (GSF) bertekad akan terus melanjutkan misinya berlayar menembus blokade Gaza oleh zionis Israel meski dua kali mengalami intimidasi serangan pesawat nirawak (drone) ke kapal aktivis yang sedang berada di Pelabuhan Sidi Bousaid Tunisia, Selasa (9/9/2025).

Panitia GSF melaporkan kapal Alma Boat, berbendera Inggris, diserang drone pada Selasa malam hingga terbakar di bagian atas dek. Namun api berhasil dipadamkan awak kapal dan tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

Sebelumnya, pada hari yang sama sebuah kapal keluarga berbendera Portugal juga mendapat serangan drone yang diyakini sebagai upaya intimidasi untuk menggagalkan misi kemanusiaan dobrak blokade Gaza oleh zionis Israel.

“Panitia GSF menegaskan, serangan demi serangan tersebut tidak akan melemahkan tekad para aktivis untuk terus berlayar dan menyuarakan kemanusiaan,” ujar salah satu relawan Indonesia saat melaporkan persiapan keberangkatan armada GSF ke Gaza secara daring dari Tunisia, Rabu malam (10/9/2025).

Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah mengecam keras serangan yang menurutnya jelas melanggar hukum internasional, hukum laut, dan prinsip kemanusiaan universal.

“Ini adalah bentuk nyata terorisme. Siapapun di belakang serangan itu adalah pendukung kejahatan genosida dan penjajahan Zionis Israel di Palestina,” tegas Anshorullah.

Ia menyerukan kepada PBB, OKI, dan seluruh masyarakat internasional untuk segera bertindak nyata. Diam berarti bersekutu dengan kejahatan. Dunia harus memberikan sanksi tegas dan menghentikan kejahatan perang Zionis Israel.

Selain itu, AWG mengharapkan dukungan dan perlindungan pemerintah Indonesia terhadap para relawan Indonesia yang jumlah mencapai 30 orang (termasuk 4 relawan dari AWG), jumlah terbesar di antara relawan negara-negara lain.

“Jika tidak ada perlindungan internasional yang kuat, maka keselamatan mereka dan nyawa WNI berada dalam ancaman nyata. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus melakukan upaya diplomasi untuk memberikan perlindungan kuat terhadap para WNI tersebut,” ujar Ketua Presidium AWG.

Global Sumud Flotilla (GSF) adalah misi kemanusiaan internasional non kekerasan yang berlayar dari Tunisia menuju Jalur Gaza dengan tekad menembus blokade ilegal Zionis Israel. Armada ini membawa aktivis, tokoh, pegiat kemanusiaan dari berbagai negara termasuk bantuan darurat kemanusiaan. (Al Mujahid)

Baca Lainnya

Anggaran Mamin Rp8,4 Miliar Jadi Sorotan, GP Ansor Pandeglang Tuntut Dialihkan ke Infrastruktur

27 February 2026 - 11:54 WIB

IMM KIP UNPATTI Kawal Proses Pidana dan Sidang Kode Etik di Polda Maluku

23 February 2026 - 17:17 WIB

Lanjutkan Pengabdian, DPP HIMMA Dukung Kepemimpinan KH Embay Mulya Syarif Pada Muktamar XXI

19 February 2026 - 22:27 WIB

Purbaya Angkat Bicara Soal Guru Honorer Gugat Ke MK

19 February 2026 - 17:42 WIB

Retreat Bupati Serang Dinilai Menghina Guru PPPK Paruh Waktu

16 February 2026 - 09:24 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional