Menu

Mode Gelap
 

Gara-Gara Sawit, Perkelahian Berujung Nyawa

- Nusakata

27 Oct 2025 16:33 WIB


					Korban Perkelahian Gara-gara Sawit. (Ist) Perbesar

Korban Perkelahian Gara-gara Sawit. (Ist)

NUSAKATA.COM – Suasana tenang di Kampung Ranca Sadang, Desa Cikalong, Kecamatan Cibitung, mendadak berubah mencekam pada Senin (00.18 WIB).

Sebuah perkelahian yang melibatkan tiga warga berujung tragis dengan tewasnya Aang Humaedi alias Medi (34), warga Kampung Babakan Kembang, Desa Cikadu, Kecamatan Cibaliung.

Pertikaian tersebut diduga dipicu perebutan lahan bisnis pembelian buah sawit dari masyarakat. Menurut keterangan sejumlah saksi, Medi selama ini dikenal sebagai pembeli tetap sawit di wilayah itu.

Namun, seorang pria bernama Duo (35), warga Kampung Dukuh Handap, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, berusaha mengambil alih jalur pembelian tersebut.

Adu mulut antara keduanya kemudian berubah menjadi perkelahian sengit. Medi bersama rekannya, Eep Saefuloh (25), warga Kampung Ranca Sadang, terlibat bentrok dengan Duo.

Dalam insiden itu, Duo diduga menggunakan senjata tajam yang menyebabkan luka parah pada tubuh Medi.

Berdasarkan laporan polisi dan kesaksian warga, Medi mengalami luka bacok di lengan kiri, paha kanan, serta kehilangan ibu jari dan telunjuk akibat sabetan senjata tajam.

Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Cibaliung, nyawanya tidak tertolong. Sementara rekannya, Eep, juga mengalami luka namun berhasil selamat.

Beberapa saksi di lokasi membenarkan adanya cekcok sebelum perkelahian terjadi.

“Awalnya hanya ribut soal sawit, tapi tiba-tiba berkelahi dan terjadi pembacokan,” ujar Ajat, warga Kampung Cibeber, Desa Padasuka. Dilansir, Senin, (27/10/2025).

Saksi lain, termasuk Nadi (24), Mulyana (25), dan beberapa warga sekitar, menuturkan bahwa suasana sempat kacau karena warga panik dan berusaha melerai pertikaian.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, seperti Ajat, Nadi, Emul, Aden, dan Nokip, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Tragedi berdarah ini menjadi pengingat bagi masyarakat pentingnya menyelesaikan perselisihan dengan cara damai tanpa harus mengorbankan nyawa. ***

Baca Lainnya

Anggaran Mamin Rp8,4 Miliar Jadi Sorotan, GP Ansor Pandeglang Tuntut Dialihkan ke Infrastruktur

27 February 2026 - 11:54 WIB

IMM KIP UNPATTI Kawal Proses Pidana dan Sidang Kode Etik di Polda Maluku

23 February 2026 - 17:17 WIB

Lanjutkan Pengabdian, DPP HIMMA Dukung Kepemimpinan KH Embay Mulya Syarif Pada Muktamar XXI

19 February 2026 - 22:27 WIB

Purbaya Angkat Bicara Soal Guru Honorer Gugat Ke MK

19 February 2026 - 17:42 WIB

Retreat Bupati Serang Dinilai Menghina Guru PPPK Paruh Waktu

16 February 2026 - 09:24 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional