Menu

Mode Gelap
 

Gadis Bali dari Waliang Pamerkan Pesona Tenun Cagcag Saat Pawai Ogoh-Ogoh

- Nusakata

3 Apr 2025 13:26 WIB


					Pawai Ogoh-ogoh wanita bali (dok/Ist) Perbesar

Pawai Ogoh-ogoh wanita bali (dok/Ist)

NUSAKATA.COM – Pawai ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu selalu menghadirkan berbagai kisah unik dan menarik. Salah satunya adalah cerita dari para remaja putri dari Banjar Dinas Waliang, Desa Abang, Karangasem Bali.

Mereka kompak memanfaatkan moment pengrupukan untuk memamerkan kain tenun cag-cag. Selendang indah mempesona yang mereka gunakan, hasil kerajinan di kampungnya.

Para gadis dari Sekeha Teruna Teruni (STT) Satria Maha Yowana menyebut selendang tersebut merupakan warisan leluhur. Mereka kompak mengenakannya, saat beranai-ramai mengelilingi desa sehari menjelang Nyepi.

Desak Gede Ayu Apri, seorang peserta pawai dalam keterangannya di Waliang pada Kamis, (03/04/2025) mengakuinya sebagai bentuk bhakti kepada leluhur.

“Kain tenun cag-cag ini warisan dari leluhur, turun-temurun yang mungkin sudah sejak ratusan tahun,” ujarnya.

Mahasiswi prodi Bisnis pada Politeknik Negeri Bali ini menuturkan ia dan kerabat di desanya bangga memakainya. Selain untuk menyenangkan orang tua, sekaligus ajang promosi istimewa.

“Pawai ogoh-ogoh disorot banyak kalangan yang lihat di media dan medsos, tidak hanya di Bali, jangkauannya luas di jagat maya,” sambungnya.

Desak Ayu menambahkan, kerajinan tenun cag-cag dikerjakan oleh usia anak-anak, remaja, serta para ibu rumah tangga. Puluhan pengrajin di kampungnya menghasilkan selendang motif bangsing dan peplendoan. Selain itu, mereka juga melayani beragam motif dan ukuran sesuai keinginan pemesan.

 

Siasati Lemahnya Dukungan Promosi dari Pemerintah

Senada, Dosen Ekonomi Manjemen yang berasal dari Waliang, I Dewa Gede, memberi apresiasi usaha pemuda-pemudi di desanya. Menempuh berbagai kreativitas positif mendukung pemajuan ekonomi desa.

“Bentuk upaya kreatif dari Sekeha Teruna Teruni untuk berperan serta mengekspose seni budaya dan potensi ekonomi desa,” ujarnya.

Penulis nasional yang telah menghasilkan puluhan karya buku tersebut menjelaskan ini turut membantu pemerintah. Khususnya di saat pemerintahan sedang diterpa gelombang efesiensi anggaran.

“Cara promosi produk seperti ini menjadi sangat penting. Kita tahu pemerintah saat ini sedang efesiensi besar-besaran. Jadi tidak bisa berharap banyak untuk dapat mempromosikan produk-produk UMKM seperti kerajinan tenun cag-cag ini,” imbuhnya.

Dewa pun menyoroti, walapun dukungan anggaran yang relatif kecil pemerintah daerah perlu tetap menaruh perhatian untuk pengrajin. Ia mencontohkan, selendang pengrajin tenun cag-cag tidak hanya bisa untuk ikat pinggang semata, tetapi juga menjadi kain dekorasi hiasan yang anggun.

“Harapan kepada pemerintah daerah khususnya, saat membelanjakan anggaran yang sedikit, dapat memilih produk-produk lokal. Cocok untuk hiasan dekorasi, dan memesannya ke kelompok pengrajin, bentuk dukungan nyata untuk eksistensi tenun cag-cag,” pungkasnya.

Baca Lainnya

SD IT Al-Marhamah Berhasil Merebut Juara Umum Dalam Ajang Perlombaan DFQ FEST 2025

24 November 2025 - 19:57 WIB

Semarak HUT Ke-80 PGRI, Ratusan Guru Dan Warga Meriahkan Jalan Santai Di Alun-alun Malingping

24 November 2025 - 19:35 WIB

HIMA-AP Kabinet Cakrabhiyasa Universitas Malikussaleh Gelar “Seramoe Ilmu” di SMPN 3 Lhokseumawe

23 November 2025 - 21:54 WIB

Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang Sukses Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat

23 November 2025 - 13:12 WIB

Dari Pasang Surut Islam Hingga Pembangunan Daerah, Pesan Kunci Bupati Lahat

21 November 2025 - 16:22 WIB

Apri Sumsel Resmi Kukuhkan APRI Lahat Wujudkan Destinasi Mancing Terbaik

16 November 2025 - 18:28 WIB

Trending di Daerah