Menu

Mode Gelap
 

Fenomenal Lubang Raksasa Membuat Geger Warga

- Nusakata

8 Jan 2026 09:28 WIB


					Fenomena Lubang Besar Ditengah Persawahan. (Dok:Ist) Perbesar

Fenomena Lubang Besar Ditengah Persawahan. (Dok:Ist)

NUSAKATA.COM – Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lubang tersebut tampak berisi air dan memiliki diameter yang cukup besar.

Keberadaan lubang itu menarik perhatian warga. Banyak masyarakat datang ke lokasi untuk melihat langsung, meskipun area sekitar telah dipasangi garis polisi.

Lubang yang sebelumnya berair warna coklat pekat kini berubah jadi hijau kosta dan menjadi jernih dalam waktu beberapa hari.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, menyampaikan bahwa hingga kini belum dilakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut.

Namun secara umum, Dian menjelaskan bahwa kondisi geologi Nagari Situjuh Batuah didominasi oleh batuan vulkanik dan kawasan perbukitan karst atau batu kapur yang memiliki sistem sungai bawah tanah.

“Besar kemungkinan lokasi terjadinya sinkhole masih termasuk satuan batuan karst atau batu kapur,” kata Dian kepada media, Minggu (4/1).

Ia menerangkan, sinkhole atau amblasan dapat terjadi akibat rekahan pada batu gamping yang mudah larut oleh air. Proses tersebut membentuk aliran sungai bawah tanah, dan ketika bagian atapnya runtuh, terbentuklah lubang di permukaan tanah.

“Rekahan batu gamping yang terkena air akan mudah larut, sehingga terbentuk saluran atau sungai bawah tanah. Saat atap sungai bawah tanah tersebut runtuh, maka muncul lubang di permukaan,” jelasnya.

Dian juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area sinkhole, karena belum dapat dipastikan apakah lubang tersebut akan tetap stabil atau justru semakin melebar.

“Kami menyarankan, baik kepada masyarakat maupun aparat, untuk sementara memberikan pembatas pengaman agar tidak ada warga yang mendekat. Sebab belum diketahui apakah lubang ini akan bertambah besar atau tidak,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, ia menilai perlu dilakukan pemetaan sungai bawah tanah apabila wilayah tersebut merupakan kawasan karst dan telah mengalami amblasan. Hal ini penting untuk mengantisipasi adanya rongga bawah tanah yang mungkin melintas di bawah permukiman warga.

Selain itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengajukan permohonan kepada Kementerian ESDM melalui Badan Geologi guna melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap fenomena ini, dengan dukungan peralatan geofisika.

“Dengan begitu, ke depan dapat diberikan kepastian dan informasi kepada masyarakat bahwa wilayah tempat tinggal mereka aman dan tidak memiliki potensi terjadinya amblasan atau sinkhole,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Tekan Narkoba dan Bullying, FH UNSA–Polres Sumbawa Edukasi Pelajar SMAN 1 Moyo Utara

11 February 2026 - 15:16 WIB

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Isi Surat Yang Dibuat Untuk Orang Tua, Polisi Dalami Bullying

5 February 2026 - 05:11 WIB

Moveinesia Tegaskan Posisi Polri di Bawah Presiden Adalah Amanat Reformasi

30 January 2026 - 16:27 WIB

Trending di Nasional