NUSAKATA.COM – Kejadian memilukan dialami oleh T, seorang ibu rumah tangga asal Kampung Baru, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Menurut keterangan keluarganya, T mengalami kontraksi dan segera dibawa ke sebuah Bidan Praktek di Kampung Ciateul untuk penanganan awal.
Sayangnya, dugaan kelalaian terjadi dalam proses penanganan. Sejak pukul 09.00 WIB, T hanya ditangani oleh asisten bidan hingga pukul 15.00 WIB karena bidan utama sedang tidak berada di tempat. Melihat kondisi yang semakin memburuk, keluarga meminta agar T dirujuk ke Puskesmas Labuan.
Namun, setibanya di Puskesmas, diduga kembali terjadi keterlambatan dan kekurangan dalam pelayanan. T harus menunggu lama, termasuk karena hanya ada satu sopir ambulans yang sedang bertugas mengantar pasien lain. Tawaran keluarga untuk menggunakan ambulans relawan pun ditolak.
Sekitar pukul 21.00 WIB, T akhirnya dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Sayangnya, pada dini hari, janin dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia. Keluarga merasa kecewa dan menilai telah terjadi kelalaian dalam proses penanganan dari awal hingga rujukan.
Mereka berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, menuntut investigasi menyeluruh dan transparan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Puskesmas maupun bidan praktek terkait. ***





