Menu

Mode Gelap
 

Dalam Pendorongan Ekonomi Hijau, Pemerintah Proyeksi Ciptakan 72 Juta Pekerjaan

- Nusakata

2 May 2025 07:10 WIB


					Foto : Maliki, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas (Ist) Perbesar

Foto : Maliki, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas (Ist)

NUSAKATA.COM – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong penerapan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan selama lima tahun ke depan.

Maliki, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan di Kementerian PPN/Bappenas, menyatakan bahwa langkah awal akan difokuskan pada sektor-sektor kunci.

“Ekonomi hijau akan berfokus pada pemulihan lahan secara berkelanjutan, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, pengembangan industri ramah lingkungan, pengelolaan kawasan pesisir dan laut rendah karbon, serta energi terbarukan,” ujar Maliki, Kamis (1/5/2025).

Maliki menambahkan bahwa penerapan ekonomi hijau nantinya akan diperluas ke seluruh sektor dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, mitra pembangunan, serikat pekerja, dan komunitas masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan proses transisi berjalan adil agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam upaya menuju ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Maliki mengungkapkan bahwa pemerintah memperkirakan ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja.

Sekitar empat juta pekerjaan ramah lingkungan diperkirakan muncul pada 2025, setara dengan 2,7% dari total pekerjaan nasional. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 5,3 juta pada 2029, atau sekitar 3% dari total pekerjaan.

“Selain itu, peluang di sektor hijau sangat besar. Pada 2025, terdapat potensi sekitar 56 juta pekerjaan, yang bisa meningkat menjadi 72 juta pada 2029,” terang Maliki.

Baca Lainnya

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Kajian Akademisi Soroti Lemahnya Daya Ikat Inbup Ritel Sumbawa, Berpotensi Bertentangan dengan Perda

29 January 2026 - 12:53 WIB

Negara Kehilangan Nurani: Nakes dan Guru Terpinggirkan oleh Kebijakan Instan

23 January 2026 - 20:51 WIB

Krisis Ekologi Pesisir Jawa Tengah: Perspektif Keadilan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat

15 January 2026 - 12:04 WIB

Aktivis Aditia Nilai TPP Ada Hal Konyol

8 January 2026 - 10:35 WIB

Pandeglang sebagai Ruang Belajar, Rantau yang Membentuk Kesadaran, Relasi, dan Karakter Mahasiswa Maluku

3 January 2026 - 19:58 WIB

Trending di Opini