PANDEGLANG, (NNC) – Setelah viralnya pengeroyokan seorang ustad di kecamatan baros serang banten, yang berasal dari desa ciandur kecamatan saketi. Kini warga desa sindanghayu kecamatan saketi pandeglang banten menebeng baliho menolak keras adanya bank keliling (Bangke) untuk masuk ke desa tersebut. 20/4/2024
Buntut dari viralnya seorang ustad yang dikeroyok oleh oknum bank keliling pada bulan puasa kemarin dimalam hari bertempat di kecamatan baros, kini beberapa ormas bergerak di berbagai daerah untuk menolak adanya bank kelilink membual.
Salah satunya di desa sindanghayu kecamatan saketi kabupaten pandeglang banten, warga dan beberapa ormas diantaranya kesatuan komando pembela merah putih melakukan penempelan balihi di titik tertentu.
Babay mengatakan, hal ini dilakukan guna mencegah rentenir yang diduga menyengsarakan masyarakat, bukan hanya itu, tapi mereka melakukan tidak sesuai syariat agama.
Banyak kok bank yang sesuai syariat di pandeglang, izinnya jelas, tidak merugikan, bahkan sesuai aturan presedural. Ucapnya
Selanjutnya, pemuda dan warga harus kompak untuk tolak bank keliling yang merugikan masyarakat agar tidak menyengsarakan masyarakat. Tegasnya

Ditempat yang sama usep menerangkan, ini adalah salah satu bentuk penyadaran kita beraama, masyarakatpun harus sadar jangan main pinjam ke rentenir bank keliling, tapi mengakibatkan dampak yang tidak baik.
Sekalipun butuh tambahan modal dan lain sebagainya, masih banyak bank lain yang sesuai disyariatkan oleh pemuka agama, oleh pemerintah, izinnya jelas. Terangnya
“Tidak menyarankan untuk pinjam ke bank juga, kalau bisa jangan pinjam ke bank, lebih baik usaha seadanya dan semampunya.” Tuturnya







