Menu

Mode Gelap
 

Ganjar Dicurhati Para Sopir Di Lampung

- Nusakata

25 Oct 2023 09:47 WIB


					Ganjar Dicurhati Para Sopir Di Lampung Perbesar

LAMPUNG – Warung Sundawa di Terminal Rajabasa, Kota Bandar Lampung tiba-tiba diserbu para sopir angkutan kota, Rabu (25/10/2023).

Ternyata, itu karena ada Ganjar Pranowo, calon presiden (bacapres) yang menyempatkan mampir dan makan siang di warung tersebut.

Tanpa pengawalan ketat, Ganjar menyapa ramah kepada para sopir dan mengajak mereka makan bersama. Suasana pun menjadi begitu akrab. Kesempatan itu dimanfaatkan para sopir untuk mengeluarkan curahan hati (curhat) dan menyampaikan aspirasi.

Faisol, seorang sopir angkutan kota Bandar Lampung mengaku tidak menyangka bisa bertemu dengan Ganjar secara langsung di sebuah warung. Sikap Ganjar yang ramah membuat ia dan teman-teman sopir yang lain tidak segan menyampaikan keluhan.

“Rasanya senang bisa ketemu dan makan bareng Pak Ganjar. Rasanya adem, banyak guyon. Itulah pemimpin yang dibutuhkan Indonesia,” katanya.

Sikap ramah yang ditunjukkan Ganjar, lanjutnya, membuat para sopir tidak takut dan sungkan menyampaikan keluhan dan aspirasi.

“Tadi teman-teman menyampaikan keluhan soal angkutan. Ada ojek online kalau bisa jangan masuk ke terminal,” paparnya.

Selain itu, para sopir juga menitipkan agar pemerintah dapat mempermudah proses perizinan trayek angkutan. Dan juga tidak ada lagi pungutan pembohong.

“Ya izin trayek jangan dipersulit. Dan, jangan ada lagi pungli,” terangnya.

Faisol yakin di tangan Ganjar, permasalahan-persoalan yang diharapkan oleh para sopir dapat terselesaikan dengan baik.

“Saya yakin. Mudah-mudah nanti menjadi presiden beliau bisa amanah,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa keluhan para pengemudi harus dapat diperhatikan dan dicarikan solusinya.

“Mereka bercerita Pak tolong dong perhatikan para sopir karena memang mereka bersaing dengan ojol, semua fasilitas yang sifatnya online. Semua harus dibor digital, termasuk sistem. Kita sampaikan kepada mereka, yang seperti ini mesti dibina. Mereka diajak memahami dan kemudian mereka diajak untuk mengorganisasikan ,” jelasnya.

Bukan hanya para sopir angkutan kota, pelatihan digitalisasi juga harus dilakukan kepada pelaku ojek tradisional.

“Sehingga ketika siklus bisnis ini berubah, mereka memiliki kemampuan dan bakat berikutnya yang siap untuk dikembangkan. Tugas kita sebenarnya adalah fasilitasi,” ungkapnya.

Terkait izin trayek, papar Ganjar, menegaskan bahwa dirinya sudah berkomitmen untuk mempermudah akses perizinan usaha, termasuk trayek angkutan kota.

“Kami dengan Pak Mahfud itu bicara. “tandasnya.

Baca Lainnya

FH UNSA Bersama Kepolisian Sukses Gelar “Goes to School” di MAN 1 Sumbawa

7 February 2026 - 09:45 WIB

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Isi Surat Yang Dibuat Untuk Orang Tua, Polisi Dalami Bullying

5 February 2026 - 05:11 WIB

Aktivis Soroti Dugaan Anggaran Pemeliharaan SDN 3 Keusik Tahun 2025

3 February 2026 - 12:10 WIB

Wakil Bupati Lahat Sambangi Korban Rumah Roboh Akibat Angin Kencang

31 January 2026 - 23:52 WIB

Fasilitas Air Di Ruang Rawat Inap RSUD Malingping Terganggu, Pasien Keluhkan Kendala Sanitasi

31 January 2026 - 16:01 WIB

Trending di Daerah