Home Pendidikan Kajian Ramadan PAC IPNU–IPPNU Cikedal Bersama Santri Lirboyo Bahas Mencari Keberkahan di...

Kajian Ramadan PAC IPNU–IPPNU Cikedal Bersama Santri Lirboyo Bahas Mencari Keberkahan di Bulan Suci

3
0
Foto. PAC IPNU IPPNU Cikedal bersama santri Lirboyo menggelar kajian Ramadan di Mushola Ciketar dengan tema mencari keberkahan di bulan suci Ramadan, (Ist).

NUSAKATA.COM – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cikedal terus menggulirkan program Kajian Ramadan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026.

Kajian yang dilaksanakan pada Sabtu (7/3/26) tersebut berlangsung di Mushola Kampung Ciketar, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, dengan menghadirkan santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Ustadz Ilham, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan yang merupakan kolaborasi antara santri Lirboyo dan PAC IPNU–IPPNU Cikedal tersebut, panitia mengangkat tema “Mencari Keberkahan di Bulan Suci Ramadan.”

Perwakilan santri Lirboyo dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pengabdian yang mereka jalankan selama Ramadan memiliki konsep yang mirip dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), namun berbasis pesantren.

“Jika disamakan dengan perkuliahan, program kami hampir sama seperti KKN yang terjun langsung ke masyarakat. Bedanya kami berbasis pesantren. Program yang kami lakukan di antaranya bakti sosial, kultum, mengimami salat tarawih, tahlil, gotong royong, hingga membantu masyarakat seperti memperbaiki pompa air dan jaringan wifi,” jelasnya.

Baca juga :

Ketua PAC IPNU Kecamatan Cikedal, Rekan Dimyati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PAC IPNU–IPPNU Cikedal dan para santri Lirboyo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sohibul wilayah, para kasepuhan, serta santri Lirboyo yang telah bersedia bekerja sama dengan kami. Semoga kolaborasi ini menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikedal, Ustadz Rohli, mengaku bangga melihat regenerasi kader muda yang siap memperjuangkan nilai-nilai ke-NU-an dan paham Ahlussunnah wal Jama’ah di wilayah tersebut.

“Saya merasa bangga karena di Kecamatan Cikedal masih banyak generasi penerus yang siap menjaga dan meneruskan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Santri sering dianggap remeh, padahal santri adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Sohibul wilayah, Ustadz Husnan, juga berharap kegiatan kajian tersebut dapat menambah keimanan sekaligus memotivasi generasi muda untuk menuntut ilmu di pesantren.

“Semoga melalui kajian ini keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat. Saya juga berharap generasi muda dapat termotivasi untuk menimba ilmu di Lirboyo yang secara keilmuan sudah tidak diragukan lagi,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta, Rekan Dion, menanyakan persoalan fiqih terkait hubungan suami istri saat menjalankan ibadah puasa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Ilham menjelaskan bahwa terdapat ketentuan tertentu dalam hukum fiqih terkait hal tersebut.

“Jika hubungan suami istri terjadi menjelang waktu subuh dan dihentikan ketika azan berkumandang, maka hal tersebut tidak membatalkan puasa. Adapun mandi wajib dapat dilakukan setelahnya sebelum melaksanakan salat,” jelasnya.

Kajian Ramadan ini diikuti oleh pengurus dan anggota PAC, PK, serta PR IPNU–IPPNU di wilayah Kecamatan Cikedal.

Ketua PAC IPPNU Cikedal, Rekanita Jeni Aulia Sari, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana penguatan kaderisasi dan peningkatan kualitas pemikiran anggota.

“Melalui kajian ini kami berharap dapat memberikan investasi pemikiran bagi kader serta memperkuat kebersamaan dan solidaritas di antara pengurus dan anggota,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here