NUSAKATA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang baru-baru ini menggelar retreat bersama Bupati, seluruh kepala OPD, dan para camat pada tanggal 13-14 Februari 2026. Kegiatan yang diklaim sebagai penguatan koordinasi dan strategi ini menuai kritik keras karena guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Serang masih menunggu gaji yang ditangguhkan tanpa kepastian.
Ketua PC PMII Kabupaten Serang, Refaldi, mengecam keras langkah pemerintah daerah.
“Ini bukan sekadar kelalaian, ini pengkhianatan terhadap guru yang setiap hari mengajar dan mendidik anak-anak di Kabupaten Serang. Anggaran dipakai untuk retreat sementara gaji guru tertunda — ini ironis, memalukan, dan menunjukkan prioritas pemerintah yang salah arah,” tegasnya. Kepada media, Minggu, (15/2/2026).
Menurut Refaldi, dalih keterbatasan anggaran dan penahanan dana dari pusat hanyalah alasan basi jika pemerintah kabupaten hanya berpihak pada golongan tertentu.
“Kalau gaji guru saja tidak bisa dibayarkan tepat waktu, lalu apa urgensi retreat? Jangan sampai kegiatan seremonial lebih diprioritaskan daripada kewajiban konstitusional untuk membayar hak guru,” tambahnya.
PMII menyerukan agar pemerintah daerah segera menuntaskan hak-hak guru PPPK paruh waktu sebelum mengalokasikan anggaran untuk kegiatan lain.
“Tindakan nyata jauh lebih penting daripada narasi manis dan foto-foto kebersamaan palsu. Hak guru tidak bisa ditunda lagi,” pungkas Ketua PC PMII Kabupaten Serang tersebut





