Menu

Mode Gelap
 

Isi Surat Yang Dibuat Untuk Orang Tua, Polisi Dalami Bullying

- Nusakata

5 Feb 2026 05:11 WIB


					Jajaran Kepolisian Saat Dalami Anak Yang Bunuh Diri. (Ist) Perbesar

Jajaran Kepolisian Saat Dalami Anak Yang Bunuh Diri. (Ist)

NUSAKATA.COM – Aparat kepolisian masih mendalami penyebab kematian seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan meninggal dunia.

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino mengatakan, penyelidikan terus dilakukan dengan menggali keterangan dari berbagai pihak, termasuk guru di sekolah tempat korban menempuh pendidikan. Langkah ini diambil untuk menelusuri kemungkinan adanya perundungan terhadap siswa kelas IV tersebut.

“Penyidik telah memeriksa pihak sekolah, termasuk guru korban, guna memastikan apakah yang bersangkutan mengalami bullying atau tidak. Hal ini masih kami dalami,” ujar Andrey Valentino saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara profesional. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Sementara ini, dugaan penyebabnya adalah keputusasaan yang berujung pada tindakan mengakhiri hidup. Ini diduga dilakukan atas kehendak korban sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Valentino menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap ibu korban, MGT (47), pada malam sebelum kejadian korban sempat tidur bersama sang ibu di rumah.

“Saat itu, korban mendapat nasihat karena beberapa hari tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Ketidakhadiran korban di sekolah disebut karena sakit usai kehujanan.

“Sang ibu kemudian mengingatkan agar korban kembali bersekolah dan tidak bermain hujan,” paparnya.

Selain itu, pada 2 Februari 2026 atau sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pulpen.

“Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Isi surat anak setelah meminta uang kepada ibunya untuk peralatan sekolah. (Ist)

Dalam peristiwa tersebut, korban menuliskan pesan yang sangat mengharukan bagi Ibunya. Adapu isi arti tulisannya sebagai berikut :

>”Surat Buat Mama Reti”

“Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya mama

Mama saya pergi

Tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya

Selamat tinggal mama”.

Baca Lainnya

Outing Class PAUD Madani di Puskesmas Sukses Digelar, Edukasi Kesehatan Sejak Dini Jadi Fokus Pembelajaran

3 February 2026 - 14:35 WIB

Fasilitas Air Di Ruang Rawat Inap RSUD Malingping Terganggu, Pasien Keluhkan Kendala Sanitasi

31 January 2026 - 16:01 WIB

Moveinesia Tegaskan Posisi Polri di Bawah Presiden Adalah Amanat Reformasi

30 January 2026 - 16:27 WIB

GP. Ansor Tangerang Akan Kerahkan Kader Untuk Demonstrasi

30 January 2026 - 08:09 WIB

Resepsi Pelantikan Cabang PMII Pandeglang Digelar Dipendopo

30 January 2026 - 05:07 WIB

Wujud Kepedulian, Bidpropam Polda Banten Kunjungi Ponpes An-Nuroniah Dan Berikan Santunan

29 January 2026 - 13:19 WIB

Trending di News