NUSAKATA.COM – Pascabanjir yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, beberapa pekan lalu. Sejumlah desa masih menghadapi dampak serius. Salah satunya Desa Agusen, yang hingga Selasa (13/01/2026) mengalami pemadaman listrik total. Warga terpaksa hidup dalam gelap tanpa penerangan, sementara sebagian masih tinggal di pengungsian.
Ketua Alumni Mahasiswa Gayo Lues – Kota Langsa, Dedi, menyampaikan, keluhan warga Agusen yang begitu prihatin.
“Sampai hari ini kami dan warga lain masih butuh penanganan serius. Bahkan, PLN untuk segera tangani liatrik,” ungkapnya. Kepada Nusakata.com, Rabu, (14/1/2026).
Seorang warga setempat, Udin, mengatakan, lebih dari 100 Kepala Keluarga yang kembali dari pengungsian hingga kini belum menikmati aliran listrik.
“Pemadaman ini membuat aktivitas sehari-hari sangat terganggu, apalagi bagi warga lansia,” ujarnya.
Selain listrik, warga menghadapi kesulitan akses air bersih. Banyak lansia yang harus menarik air dari sumur menggunakan tali secara manual, yang tentu sangat melelahkan dan berisiko bagi kesehatan mereka.
Keluhan warga sudah disampaikan oleh Kepala Dusun Matdiah kepada pihak PLN dua pekan lalu.
“Namun hingga kini belum ada respon atau peninjauan lokasi dari PLN,” imbuhnya.
Menanggapi kondisi ini, Dedi kembali meminta PLN segera meninjau lokasi dan menindaklanjuti keluhan warga, serta mendorong Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk berkoordinasi agar pasokan listrik di desa-desa terdampak segera pulih.
“Kita nyaman di sekitar Blangkejeren, tapi masih banyak desa yang terisolasi dan tenggelam dalam kegelapan pascabanjir,” tegasnya.
Kata Dedi, Situasi ini menyoroti ketimpangan pascabanjir antara pusat kota dan desa terpencil.
“Sekaligus mendesak tindakan cepat pemerintah dan PLN agar dampak bencana tidak semakin memburuk,” harapnya.





