Menu

Mode Gelap
 

PMII STAI Assalamiyah Kecewa atas Ketidakhadiran Aparat di Pos Pantau

- Nusakata

30 Nov 2025 10:43 WIB


					PMII STAI Assalamiyah Kecewa atas Ketidakhadiran Aparat di Pos Pantau Perbesar

NUSAKATA.COM – Upaya pengawasan lalu lintas kendaraan pengangkut tambang di jalur Cikande-Rangkasbitung kembali menuai sorotan. Organisasi kemahasiswaan PMII STAI Assalamiyah menyampaikan kekecewaan keras terhadap pihak kepolisian Kabupaten Serang dan Satpol PP karena dinilai tidak menjalankan komitmen dalam menjaga ketertiban di lapangan.

Pada 29 November 2025, kader PMII STAI Assalamiyah turun langsung melakukan pengamatan ke lapangan untuk melihat sejauh mana aturan pembatasan jam operasional kendaraan tambang dan larangan parkir liar di bahu jalan diterapkan.

Namun, dari hasil pengecekan tersebut, mahasiswa menemukan masih banyak kendaraan yang melintas di luar jam yang telah disepakati serta sejumlah truk yang tetap parkir sembarangan, mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain.

Ketua Komisariat PMII STAI Assalamiyah, Muhamad Farhan, menjadi pihak yang memimpin pemantauan tersebut.

Ia mengaku sangat kecewa karena saat dirinya dan para anggota mendatangi pos jaga (pos pantau), tidak terlihat keberadaan petugas kepolisian maupun Satpol PP yang sebelumnya telah sepakat bekerja bersama.

Menurutnya, di lokasi hanya terdapat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), sementara dua instansi lainnya tidak tampak.

“Padahal kami sudah menyepakati kerja sama dengan Polres, Satpol PP, dan Dishub untuk mengawasi agar kendaraan tambang tidak melintas sebelum waktunya serta tidak ada parkir liar di bahu jalan,” ujarnya

“Tetapi ketika kami datang ke pos pantau bersama sahabat-sahabat PMII, hanya Dishub yang ada. Dari Pol PP dan polisi tidak ada di lokasi,” sambungnya Farhan.

Farhan juga menilai bahwa ketidakhadiran aparat di lapangan menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani masalah lalu lintas kendaraan tambang, yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, tanpa keterlibatan dan koordinasi yang solid antara elemen masyarakat dan aparatur pemerintah penyelesaian persoalan hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata.

“Jika aparatur pemerintah tidak bisa bekerja sama dengan baik, bagaimana problem di lapangan akan terselesaikan dengan semestinya? Kami berharap ada ketegasan dan rasa tanggung jawab dari pihak yang berwenang,” lanjutnya.

Mahasiswa yang melakukan aksi pemantauan menilai bahwa keberadaan PMII bukan untuk mengambil alih tugas aparat, melainkan untuk mengawal kesepakatan dan memastikan kepentingan masyarakat terpenuhi, terutama terkait keamanan dan ketertiban lalu lintas.

Oleh karena itu, mereka mendorong agar Pemkab Serang, aparat kepolisian, dan Satpol PP segera mengevaluasi kinerja pengawasan jalur Cikande–Rangkasbitung.

PMII STAI Assalamiyah menegaskan bahwa jika kelalaian semacam ini terus terjadi, mereka siap melakukan langkah lanjutan, termasuk menyuarakan aspirasi melalui aksi besar demi memastikan keselamatan pengguna jalan dan menekan praktik pembiaran terhadap pelanggaran lalu lintas kendaraan tambang.

Baca Lainnya

LBH KNPI Pandeglang Dampingi Korban dalam Laporan Dugaan Kekerasan Seksual ke Polresta Serang Kota

28 November 2025 - 18:39 WIB

Sekda Banten Dinilai Ingkari Janji, Masyarakat Bojonegara Puloampel Merasa Dikerdilkan

27 November 2025 - 08:56 WIB

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Majasari Di Gelar

23 November 2025 - 15:25 WIB

Tetap Beroperasi Meskipun Ilegal, Diduga Batching Plan di Cihara Dibekingi Orang Kuat

20 November 2025 - 17:07 WIB

UAR Dukung Sukses Seminar Internasional “Megathrust Solution” di Universitas Indonesia

13 November 2025 - 16:12 WIB

PPKHI Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Hukum: Dampingi Klien dengan Integritas dan Empati

12 November 2025 - 08:36 WIB

Trending di Daerah