Menu

Mode Gelap
 

HIMMA Desak Presiden RI Copot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya: “Polri Jangan Abai terhadap Jeritan Rakyat”

- Nusakata

29 Aug 2025 20:05 WIB


					HIMMA Desak Presiden RI Copot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya: “Polri Jangan Abai terhadap Jeritan Rakyat” Perbesar

NUSAKATA.COM – Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA) menyampaikan sikap tegas atas insiden memilukan yang melibatkan aparat kepolisian dengan pengemudi ojek online (Ojol) di Jakarta. Jum’at, (29/08/25).

Peristiwa tersebut bukan hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menampar nurani publik. HIMMA menilai kejadian ini adalah potret nyata arogansi aparat sekaligus lemahnya kontrol kepolisian dalam mengayomi masyarakat kecil.

Ketua HIMMA, Ahmad Syafaat, menegaskan bahwa Kapolri harus segera mengambil langkah nyata dengan mencopot Kapolda Metro Jaya.

Menurutnya, Kapolda Metro Jaya telah gagal menjaga marwah institusi Polri, membiarkan praktik ketidakadilan terjadi, serta kehilangan legitimasi moral untuk memimpin.

“Kami mahasiswa menolak keras praktik aparat yang menindas rakyat kecil. Kapolda Metro Jaya sudah tidak layak memimpin. Kapolri jangan tutup mata, segera copot Kapolda Metro Jaya!” tegas Ahmad Syafaat. (29/8/25).

HIMMA menilai bahwa tragedi Ojol ini semakin memperlihatkan wajah buram kepolisian yang jauh dari prinsip Presisi—profesional, modern, dan humanis—sebagaimana yang selama ini dikampanyekan.

Bukannya memberikan rasa aman, aparat justru menghadirkan ketakutan, bahkan menjadi simbol arogansi di mata masyarakat.

Sebagai bentuk sikap kritis, HIMMA mendesak:

1. Presiden Republik Indonesia segera memecat Kapolri, karena dianggap lalai dalam membina jajaran Polri agar mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya tanpa kompromi, sebagai langkah awal mengembalikan marwah Polri.

3. Dilakukan evaluasi total terhadap kinerja aparat di lapangan, agar polisi tidak lagi menjadi alat penindasan rakyat kecil.

4. Mengembalikan kepercayaan publik dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika atau pencitraan.

HIMMA menegaskan, apabila Kapolri tidak segera mengambil langkah tegas, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri akan runtuh. Mahasiswa dan rakyat tidak akan tinggal diam.

“Polri adalah pengayom, bukan penguasa. Jika aparat justru menindas rakyat kecil, mahasiswa bersama masyarakat akan turun ke jalan untuk melawan,” tutupnya.**

Baca Lainnya

BEM Fakultas Hulum Universitas Sembilanbelas November, Kecam Tindakan Represif

29 August 2025 - 20:21 WIB

FAM Pandeglang Raya Tegaskan Tidak Ada Dualisme Organisasi

29 August 2025 - 18:29 WIB

Proyek Jalan Paving Blok di Desa Kadujajar Dikerjakan Tanpa Pendamping Teknis, Warga Khawatir

28 August 2025 - 22:57 WIB

BZ, Apkasi Otonomi Expo 2025 Bakal Di Buka Langsung Presiden RI Prabowo Subianto

27 August 2025 - 19:39 WIB

TP PKK Desa Hijrah Gelar Lomba Mewarnai Tingkat TK, PAUD, dan RA

27 August 2025 - 10:08 WIB

HMI Pandeglang Kuasai Pendopo Lakukan Penolakan MoU Sampah

26 August 2025 - 18:15 WIB

Trending di Daerah